Beranda Olahraga Kompetisi Liga Eropa Lanjut, UEFA: Tanpa Penonton!

Kompetisi Liga Eropa Lanjut, UEFA: Tanpa Penonton!

buy clomid boots pharmacy

Arsenal kalahkan West Ham dengan skor 1-3 pada laga lanjutan Liga Inggris, Selasa (10/12) dini hari WIB. (BBC)
Arsenal kalahkan West Ham dengan skor 1-3 pada laga lanjutan Liga Inggris, Selasa (10/12) dini hari WIB. (BBC)

SWISS-RADAR BOGOR,Pandemi Covid-19 memang mengubah seluruh tatanan sepak bola. Tak terkecuali di Eropa. Presiden UEFA Aleksander Ceferin pun menunjukkan tanda-tanda ’’menyerah’’. Sebelumnya, UEFA memang berencana kembali menggulirkan Liga Champions dan Liga Europa jika pandemi Covid-19 mereda.

investigate this site Dua turnamen tertinggi Eropa tersebut awalnya dipertahankan Ceferin untuk digelar dengan penonton. Namun, melihat kondisi terkini pandemi Covid-19, pria asal Slovakia itu merevisi pernyataannya.

dating agencies in san francisco bay area Dalam wawancara dengan ZDF Sportstudio kemarin (6/4), Ceferin menyatakan menerima ide untuk menggelar pertandingan lanjutan babak 16 besar Liga Champions dan Liga Europa tanpa penonton.

Untuk Liga Champions musim 2019?2020 ini, ada empat laga leg kedua 16 besar yang belum jelas kepastiannya. Sementara itu, untuk Liga Europa, ada sepuluh pertandingan (dua leg pertama dan delapan leg kedua).

’’Faktanya, kami tak tahu pasti kapan pandemi Covid-19 ini selesai. Kami menunggu membaiknya situasi yang ada,’’ kata Caferin. ’’Dan, meski sepak bola tak akan sama tanpa penonton, itu pilihan terbaik saat ini,’’ ujarnya.

Pria 52 tahun tersebut bulan lalu bahkan masih pede final Liga Champions dan Liga Europa bisa bergulir dengan dukungan penonton. Namun, pada perkembangan selanjutnya, pandemi Covid-19 di Benua Biru ternyata semakin gawat.

Ceferin bahkan mengusung konsep empat besar Liga Champions dan Liga Europa diselenggarakan di satu tempat. Konsepnya bukan lagi kandang-tandang untuk semifinal, melainkan langsung sistem gugur. Ceferin menyebut format miniturnamen khusus tim empat besar dapat meminimalkan potensi kerumunan.

Sementara itu, soal batasan waktu untuk menyelesaikan kompetisi domestik musim ini, Ceferin mengatakan Juli atau Agustus. Jika lebih dari itu, bahkan masuk September atau Oktober, hal tersebut tak bisa dilakukan.

’’Apakah musim akan dianggap selesai dan pemenang dinyatakan siapa yang berada di posisi teratas sebelum penghentian? Semua dikembalikan kepada pemegang otoritas domestik,’’ lanjut Ceferin. ’’Kalau memang otoritas tak mengizinkan, kami tak bisa memaksakan,’’ tambahnya.

Sejauh ini, baru Jupiler Pro League atau liga elite Belgia yang secara resmi mengajukan permohonan berhenti kepada UEFA. Sementara itu, Eredivisie berancang-ancang playoff untuk dua tim teratas saja. (JPG)