
BOGOR-RADAR BOGOR, Penularan virus corona atau Covid-19 yang terjadi secara droplet, yakni melalui batuk atau bersin, membuat masyarakat kini membutuhkan masker untuk melindungi diri.
Di tengah lesunya aktivitas ekonomi imbas penyebaran virus corona atau Covid-19, beberapa pedagang masih melihat peluang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Salah satu yang melihat kesempatan peluang tersebut adalah Evelyn, Sinta, dan Lusy. Ketiga perempuan tersebut jeli melihat kebutuhan masyarakat dan mengambil peluang ekonomi dari hal tersebut.
Bermodalkan satu rak kawat gantung dagangan beserta tekad yang kuat, mereka bertiga menjajakan beberapa lusin masker warna-warni di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah.
Mereka mengaku sudah memasuki hari ke lima berjualan di lokasi tersebut.
“Masker harganya 10 ribu-an, ada yang bahan katun dan ada juga bahan kaos. Produksinya sendiri, ada juga produksi dari orang lain,” ujar Lusy, Kamis (3/4).
Lusy yang sehari-harinya merupakan pedagang baju anak-anak di Pasar Anyar kini harus mengubah jenis dagangannya imbas dari sepinya pembeli.
Pasalnya, para pembeli diyakini tidak mengunjungi pasar karena imbauan diam di rumah.
“Sekarang lihat minat masyarakat yang membutuhkan sekalian membantu ekonomi sendiri. Sehari bisa dapet ratusan ribu. Kemarin lusa dapet 250 ribu, terus kemarin 300 ribu, sekarang insyaallah lebih besar lagi,” tutupnya. (pia)