Beranda Berita Utama Rodrigo Duterte Ancam Warga yang Langgar Karantina Wilayah Ditembak Saja

Rodrigo Duterte Ancam Warga yang Langgar Karantina Wilayah Ditembak Saja

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

buy gabapentin otc browse around this website RADAR BOGOR, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, tak main-main dengan kebijakan karantina wilayah yang sudah dia tetapkan. Dia ingin warga Filipina mematuhinya.

http://arcomnet.net.au/1322-dte63322-black-christian-free-dating.html Bahkan, Duterte mengancam setiap warga yang melanggar karantina wilayah bakal ditembak di tempat. Duterte pun sudah memerintahkan kepada polisi dan militer untuk bertindak tegas kepada pelanggar.

webpage Menurut Duterte, ancaman tembak di tempat itu karena pelanggar akan menyebabkan masalah dan sama saja sebagai pelecahan terhadap petugas medis. Itu menjadi kejahatan yang tak dapat dibiarkan.

Duterte menyebutkan penting bagi semua orang agar bekerja sama dan mengikuti kebijakan tetap berada di rumah, saat pemerintah berupaya menekan penularan dan agar sistem kesehatan negara Filipina yang rapuh tidak kewalahan.

Filipina hingga Kamis (2/4), mencatat 2.311 kasus positif virus Korona dan 96 orang meninggal dunia. Setiap hari pertambahan kasus positif di angka seratusan.

“Kondisi kian memburuk. Jadi sekali lagi saya katakan kepada Anda (warga Filipina) mengenai kegentingan masalah tersebut dan Anda harus mendengarkannya,” sebut Duterte.

“Pesan saya untuk polisi dan militer, jika ada masalah dan ada peluang mereka melawan dan nyawa Anda dalam bahaya, tembak saja mereka. Paham kan? Mati. Daripada menimbulkan masalah, saya akan menguburkan Anda,” tegas Duterte.

Duterte membuat peringatan keras tersebut setelah media melaporkan adanya kekacauan dan sejumlah penangkapan warga pada Rabu (1/4) di daerah miskin di Manila, yang memprotes soal bantuan pangan pemerintah. Selain itu munculnya kemarahan di kalangan komunitas medis soal stigma sosial dan kejadian pekerja rumah sakit yang mengalami pelecehan fisik dan diskriminasi. Hal itu menurut Duterte harus dihentikan.

Sementara itu, para aktivis mengkritik Duterte atas retorika sengitnya dan menudingnya memancing kekerasan serta main hakim sendiri, seperti yang diperlihatkan saat melawan kejahatan narkoba. Saat itu polisi dan kelompok bersenjata misterius membunuh ribuan orang yang dituduh menggunakan atau menjual barang haram tersebut.

Di satu sisi, Kepala Kepolisian Nasional Filipina pada Kamis (2/4) mengatakan polisi memahami bahwa Duterte sedang menunjukkan keseriusannya mengenai ketertiban umum. Namun, itu hanya sebatas ancaman bagi warga agar benar-benar mematuhinya dan tidak akan ada yang akan ditembak.(JPC)

radar-bogor-selamat-idul-fitri