Beranda Berita Utama Kisah Pasangan Pengantin yang Menikah Mengenakan APD

Kisah Pasangan Pengantin yang Menikah Mengenakan APD

Rian dan Tiwi mengaku tetap bahagia meski rencana pernikahan mereka tak sesuai rencana/RMOLJateng.

hop over to this site http://cdavisent.com/36847-alphagan-price.html JAKARTA-RADAR BOGOR, Jauh berbulan-bulan lalu, keluarga Suwandi dan keluarga Sisunardi sepakat untuk menggelar resepsi pernikahan kedua anaknya pada 1-2 April 2020.

navigate here Apa daya, wabah corona menghancurkan semua rencana yang sudah matang disusun. Awalnya, resepsi pernikahan akan digelar di Dusun Bawahan, Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Namun, takdir berkata lain.

Dusun itu mendadak melakukan isolasi mandiri setelah salah satu warganya terkena positif Covid-19. Anak gadis Suwandi, Tiwi (22), dan putra Sisunardi yang asal Lampung, Rian Andhika (22), akhirnya menikah dengan cara yang sangat sederhana.

Kedua mempelai melangsungkan akad nikah di halaman balai desa Gunung Wuled. Tidak banyak tamu dan undangan yang hadir, hanya orang tua dan keluarga dekat.

Bahkan, pasangan pengantin itu juga tak memakai baju pengantin yang umumnya dipakai para mempelai. Tetapi mengenakan baju biasa yang dilapisi jas hujan sebagai alat pelindung diri. Begitu juga dengan orang tua dan petugas pencatat nikah.

“Cara ini kami lakukan untuk menjaga warga kami agar serangan wabah Covid-19 tidak menyebar. Setelah satu warga kami yang mudik dari Jakarta akhirnya diketahui positif Covid-19, maka kami melakukan pencegahan secara ketat seperti yang diimbau oleh pemerintah,” kata Kades Gunungwuled, Latif, Kamis (2/4).

Tiwi dan Rian mengungkapkan, mereka dan keluarga bisa memahami kondisi saat ini di tengah-tengah wabah corona. “Meski acara pernikahan sangat sederhana, namun saya dengan mas Rian sudah sangat berbahagia. Kisah cinta kami akhirnya sampai di pelaminan,” tutur Tiwi, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Tiwi mengungkapkan, setelah akad nikah, tidak ada rencana untuk melakukan bulan madu. “Bulan madu kami cukup tinggal di Dukuh Bawahan, tidak ada agenda kemana-mana. Yang penting semua diberikan kesehatan dan kami bisa bahagia hingga tua nanti,” pungkas Tiwi.(rmol/pin)