Beranda Olahraga Gaji Pemain dan Pelatih Juventus Distop Selama Empat Bulan, Ada Peran Eks...

Gaji Pemain dan Pelatih Juventus Distop Selama Empat Bulan, Ada Peran Eks Fiorentina

Juventus menang 2-0 atas Inter Milan di Allianz Stadium, Turin, Senin (9/3/2020) dini hari WIB.
Juventus menang 2-0 atas Inter Milan di Allianz Stadium, Turin, Senin (9/3/2020) dini hari WIB.

http://kisstheschoolbondgoodbye.com/tag/prop-13/ http://modmedhc.com/download TURIN-RADAR BOGOR,Di ruang ganti Juventus, tidak ada yang berani membantah ucapan Giorgio Chiellini. Termasuk, ketika sang il capitano Juve meminta rekan-rekannya merelakan gaji selama empat bulan terakhir (Maret hingga Juni 2020) ditiadakan, semua menurutinya. Kebijakan yang sama berlaku kepada allenatore Juve Maurizio Sarri.

http://reisathene.nl/313-dte75327-how-long-did-50-cent-dating-daphne-joy.html Itulah yang terungkap dari kicauan jurnalis ternama Italia, Tancredi Palmeri, di akun Twitter-nya. ”Juve sudah mulai memotong 33 persen gaji Chiellini musim ini setelah menuntaskan negosiasi kontrak barunya,’’ tulisnya di akun @tancredipalmeri.

find this Chiello –sapaan karib Chiellini– meneken kontrak baru dengan Juve pada 25 Maret lalu. Chiellini disebut sudah merelakan empat bulan bayarannya untuk Juve dengan total nominal EUR 2,24 juta (Rp 40,4 miliar). ”Kawan, sekarang giliran kalian,’’ pinta Chiellini sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport kemarin (29/3).

Dengan begitu, Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang potongan gajinya paling besar. Sebab, Ronaldo adalah pemain dengan bayaran terbanyak di klub yang bermarkas di Vinovo tersebut. CR7 pun menyisihkan gajinya EUR 17,6 juta (Rp 317,7 miliar). Makanya, Ronaldo menjadi satu di antara tiga sosok berpengaruh lainnya di ruang ganti Juve yang diajak bicara oleh Chiellini terkait dengan peniadaan gaji. Dua lainnya adalah kiper senior Gianluigi Buffon dan bek tengah sekaligus wakil kapten Leonardo Bonucci.

Sebagaimana yang ditulis Football Italia, langkah Juve meniadakan empat bulan gaji pemain dan pelatih adalah upaya untuk menyelamatkan neraca finansial peraih scudetto delapan musim terakhir tersebut. ”Keputusan ini mampu menyelamatkan pundi-pundi keuangan klub sejumlah EUR 90 juta (Rp 1,62 triliun) dalam neraca keuangan (musim) 2019–2020,” sebut Juve dalam pernyataan resminya. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada pemain dan pelatih atas komitmen mereka dalam situasi yang sulit ini, khususnya dalam efek ekonomi dan finansial di klub. Kami menyelesaikan semua perjanjian pribadi dengan pemain dan pelatih dalam beberapa pekan mendatang,” tambah Juve.

Muramnya nasib musim ini setelah kompetisi diberhentikan akibat pandemi Covid-19 sejak tiga pekan lalu memang dirasakan semua klub. Juve yang notabene klub terkaya di Italia versi Forbes tidak luput dari masalah finansial. Tanpa pertandingan, klub tidak bisa mendapatkan pemasukan dari tiket. Kerja sama sponsorship pun berpotensi ditinjau ulang. Begitu pula pembagian hak siar televisi yang terancam hilang seandainya kompetisi berakhir prematur. UEFA sebagai otoritas sepak bola di Eropa malah menyiratkan angkat tangan dengan nasib seperempat akhir musim ini.

”Kami punya plan A, B, dan C untuk memulai kompetisi pada pertengahan Mei, Juni, atau akhir Juni. Jika tidak bisa juga, mus