Beranda Metropolis

PMI Kota Bogor Krisis Darah

Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pendemi virus corona atau Covid-19 mulai melumpuhkan beberapa sendi di Kota Bogor. Kebijakan agar tidak bepergian keluar rumah sejak dua pekan lalu, berpengaruh pada pendonor darah di Kota Bogor.

Terbukti pasokan darah di PMI Kota Bogor hanya untuk dua atau tiga hari kedepan. ‘’Pasokan darah kritis. Hanya untuk dua sampai tiga hari lagi, sampai seminggu kedepan,’’ kata Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman, kepada Radar Bogor, Kamis (26/3).

Menurut dia, menjelang bulan puasa atau selama puasa, kebiasaannya stok darah memang menipis, karena pendonor semakin berkurang. Hal ini semakin parah dengan kondisi sekarang ini mewabahnya virus corana.

‘’Para pendonor yang biasa datang silakan saja ke sekretariat PMI Kota Bogor, jangan khawatir, kami juga memberlakukan social distancing dalam proses pengambilan darah,’’ jelas Edgar.

Dirinya menjamin tidak ada kerumuman para pendonor di sekretariat PMI, karena proses donor terbagi pada jam-jam tertentu atau bergiliran, khususnya bagi pendonor yang sudah biasa datang ke Sekretariat PMI.

Bagi pendonor yang baru dapat menghubungi sekretariat PMI (0251) 834285 agar mendapat jadwal jam donornya. PMI Kota Bogor juga aktif atau mobile mencari pendonor darah ke lembaga-lembaga pemerintahan seperti TNI, Polri.

Melalui Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla sudah mengirim surat kepada Panglima TNI dan Kapolri agar anggota di daerah melakukan donor darah. ‘’Rencana kita audiensi ke Lanud Atang Sanjaya (ATS) dan Brimob Kedunghalang, semoga bisa lancar,’’ papar Edgar.

Pada saat donor darah di lembaga-lembaga tersebut, pihaknya juga memberlakukan social dintance. Pada saat donor, pendonor diatur jumlahnya dan jamnya agar tidak berkerumun di lokasi.

‘’Harapannya kita tidak krisis darah, pada saat sekarang seperti saat ini dan pada saat puasa nanti,’’ tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor ini.(unt)

Baca Juga