Beranda Metropolis

Gawat! Corona Bikin Stok Darah di PMI Kota Bogor Menipis

Ilustrasi Kantong Darah

BOGOR-RADAR BOGOR, Pembatasan aktivitas seiring makin merebaknya wabah Covid-19, membuat banyak orang memilih berdiam diri di rumah. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada sektor perekonomian, juga pada sektor kesehatan.

Salah satu sektor kesehatan yang terpengaruh adalah Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bogor. Adanya imbauan untuk tinggal di rumah dan social distancing, berimbas pada kekurangan stok darah di kantor PMI.

Pasalnya, pendonor atau aktivitas kelompok dengan kegiatan donor darah di ruang publik pun semakin berkurang bahkan menghilang.

“Banyak pendonor dan panitia acara donor darah yang membatalkan karena imbauan social distancing, sehingga kami hanya berharap pendonor yang datang ke kantor. Karena hanya mengharapkan yang datang, stok jadi langsung drop, menipis,” ujar Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bogor, Sri Pinantari kepada Radar Bogor, Selasa (23/4/2020).

Gejala berkurangnya pendonor, baru terjadi setelah pertengahan Maret pasca mencuatnya berita pasien positif Covid-19 di Bogor.

Sri mengungkapkan, pada awal Maret masih banyak masyarakat yang mendonorkan darahnya, baik datang langsung ke kantor PMI Kota Bogor maupun di kelompok-kelompok yang mengadakan kegiatan donor darah.

Sri mengatakan, tim PMI Kota Bogor sedang berkoordinasi dengan Pemkot Bogor dan Kepolisian untuk diberikan keleluasaan dalam mengadakan acara donor darah di luar ruangan, meski nanti akan timbul kerumunan masyarakat.

Hal tersebut, menurut Sri, karena kegiatan donor darah perlu mengundang banyak masyarakat untuk memenuhi stok darah.

“Itu sebenarnya yang agak menjadi pertimbangan kami, kumpul di mana pun nanti dipersalahkan. Kadang-kadang kan ruangan enggak ada akhirnya keliatan, misalnya di tenda, kan tetep enggak boleh (ada keramaian). Nanti kami koordinasikan dengan pemkot, juga bekerjasama dengan kecamatan dan kelurahan,” kata dia.

Untuk mengatasi penipisan stok darah tersebut, salah satu upaya yang dilakukan PMI Kota Bogor ialah metode donor pengganti.

Donor pengganti dilakukan dengan cara mengambil darah dari stok bank darah PMI dan diganti dengan donor darah yang dilakukan orang terdekat yang sedang membutuhkan.

Hal tersebut dilakukan agar stok darah yang diambil dapat diganti dengan stok darah lain.

“Misalnya Anda sakit, Anda yang perlu darah, nah saudara Anda harus donor darah supaya Anda saya kasih darah, tapi saya harus nyetok, jadi darah saudara Anda nanti saya simpen. Bukan untuk memenuhi, tapi harus mengganti,” jelasnya.

Selain menggunakan metode donor pengganti, PMI Kota Bogor juga terus sosialisasi melalui berbagai media sosial dan beragam pesan singkat seperti SMS gateway.

Meski demikian, Sri mengaku sosialisasi tersebut belum efektif secara optimal karena stok darah masih belum terpenuhi.

Sri menjelaskan, stok darah tersebut harus terpenuhi karena banyak pasien yang tidak bisa menunggu untuk mendapatkan darah, seperti penderita talasemia dan ibu-ibu melahirkan. Selain itu, pasien demam berdarah dengue (DBD), anemia, dan kanker juga membutuhkan banyak darah.

“Kemarin Pak Ketua PMI sudah mengadakan rapat kordinasi dengan kecamatan dan ada dari PDDI (Perhimpunan Donor Darah Indonesia). Semua juga mengeluhnya adalah susah sekali mengajak, karena orang sudah ada rasa was-was gitu. Bukannya kami tidak ikut serta dalam rangka Covid19 ya, tapi ini (pemenuhan stok darah) juga sama pentingnya,” ungkap Sri.

Jika pemerintah memberikan izin untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam rangka donor darah, maka PMI Kota Bogor akan menyediakan banyak bis agar proses donor darah berlangsung cepat dan pendonor langsung pulang. Hal tersebut demi menghindari terjadinya kerumunan akibat menunggu.

PMI Kota Bogor pun akan menghubungi kembali panitia-panitia acara donor darah untuk melakukan kegiatan sesuai dengan anjuran pemerintah, seperti misalnya dalam kelompok kecil.

Untuk semakin meningkatkan kepedulian masyarakat, Sri juga terus mengingatkan berbagai manfaat baik dari donor darah, seperti lancarnya peredaran darah sehingga dapat terlihat muda.

“Bagi yang terbiasa donor, pasti merasakan perbedaan ketika tidak melakukan donor darah jadinya tidak segar bugar. Saya melihat hati para pendonor itu sudah pengen donor, tapi melihat situasi juga kan. Jadi saya upayakan di sini harus sesuai protap, itu semua dilakukan. Kita berharap secepatnya pandemi corona ini berlalu,” pungkasnya. (cr4/c)

Stok Darah di Kota Bogor

Kebutuhan Darah Per bulan
3.500 kantong

Sebelum merebak wabah Covid-19
Donor darah per hari : 100 – 120 kantong

Setelah merebak wabah Covid-19
Donor darah per hari : 23 – 38 kantong

Upaya PMI Kota Bogor

*Membuka pelayanan donor darah di hari libur dan Minggu
*Pakai metode donor pengganti
*Gencar sosialisasi kondisi stok darah di berbagai media sosial
*Gencar mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang corona sekaligus aksi donor darah
*Memberikan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus menerima warga yang donor darah

Baca Juga