Beranda Berita Utama

Dampak Corona, Pemerintah Beri Bantuan Sembako Hingga Keringanan Tagihan Listrik

Tarif-Listrik
Ilustrasi Tarif Listrik

JAKARTA-RADAR BOGOR, Pemerintah menyiapkan sejumlah jaring pengaman sosial untuk mengantisipasi dampak ekonomi wabah Covid-19.

Salah satunya, menaikkan besaran bantuan sembako untuk keluarga miskin menjadi Rp 200 ribu per keluarga. Tahun lalu besaran yang diterima Rp 110 ribu per keluarga dan memasuki 2020 naik menjadi Rp 150 ribu per keluarga.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, jumlah penerima bantuan sembako seluruh Indonesia adalah 15,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Selain jumlahnya dinaikkan, mekanisme pencairannya diubah.

’’Sistem pembayaran biasanya tiga bulan. Karena untuk mengatasi dampak korona, bantuan diberikan per bulan,’’ katanya dalam video telekonferensi Selasa (24/3/2020).

Penyalurannya tetap mempertimbangkan protokol pencegahan Covid-19. Misalnya, dilakukan secara nontunai untuk mencegah adanya kerumunan massa.

Untuk sementara, kata Ma’ruf, pemerintah membuat proyeksi dampak virus korona terjadi sepanjang tiga bulan ke depan atau hingga Juni. Kemudian, akan dievaluasi apakah ada dampak lanjutan atau tidak.

Selain bantuan sembako, ada bantuan sosial bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan harian. Termasuk para driver ojek online atau ojol. Saat ini pemerintah menginventarisasi jumlah penerima dan besaran anggarannya.

Rapat yang dihadiri Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah menteri serta kepala lembaga itu juga membahas relaksasi bagi para UKM. Di antaranya, relaksasi kelonggaran kredit.

’’Relaksasi untuk meringankan beban mereka. Apakah itu terkait cicilan dan insentif-insentif lain,’’ jelasnya.

Ada juga skenario keringanan pembiayaan tagihan listrik. Kebijakan tersebut khusus untuk rumah tangga miskin dengan daya listrik 450 watt dan 900 watt.

Agar tepat sasaran, kata dia, kebijakan itu akan disesuaikan dengan data keluarga miskin yang ada di Kementerian Sosial (Kemensos). Hasil pertemuan di rumah dinas wakil presiden tersebut akan disampaikan ke presiden untuk diputuskan.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama mengatakan, kenaikan besaran bantuan sembako itu berlaku untuk kucuran Maret sampai Agustus tahun ini.

Total anggaran program sembako itu Rp 28,08 triliun. Tujuan program sembako tersebut adalah mengurangi beban pengeluaran KPM dengan pemenuhan sebagian kebutuhan pangan. Lalu, memberikan gizi yang seimbang kepada KPM.

Selain itu, Kemensos mengumumkan bantuan program keluarga harapan (PKH) tahap kedua dan seterusnya akan diberikan lebih cepat dari jadwal semula. Tujuannya, meringankan beban 10 juta keluarga penerima manfaat selama terdampak pandemi Covid-19.

”Penyaluran PKH tahap kedua yang seharusnya April menjadi pertengahan Maret. Tahap ketiga yang seharusnya Juli jadi April sehingga pada masa tanggap darurat, KPM mendapatkan manfaat ganda,’’ kata Asep. (jpg)

Baca Juga