Beranda Pendidikan Jalin Kerjasama, Dwiwarna Lanjutkan MoU dengan Pemprov Gorontalo

Jalin Kerjasama, Dwiwarna Lanjutkan MoU dengan Pemprov Gorontalo

SIMBOLIS : Penandatanganan MoU Pemprov Gorontalo dengan SMA Dwiwarna yang dilakukan langsung Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Dwiwarna Indra Kartasasmita. FOTO : SOFYANSAH/RADAR BOGOR

order propecia over the counter visit our website PARUNG-RADAR BOGOR, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali melanjutkan kerjasama dengan SMA Dwiwarna yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) di ruangan lantai dua gedung Dwiwarna, yang dihadiri langsung Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, kemarin (17/2).

centre de messagerie sfr “Hari ini kami hadir untuk melanjutkan MoU pemerintah provinsi dengan SMA Dwiwarna dan Insyallah, kami mendapatkan jatah 10 orang yang nantinya kami jaring di kota dan Kabupaten wilayah Gorontalo,” kata Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie kepada Radar Bogor.

sites gratuit de rencontre Rusli mengaku, selain beasiswa, MoU tersebut sekaligus sebagai langkah mempromosikan warganya yang mampu untuk masuk ke SMA Dwiwarna. Karena menurutnya, penataan dan kurikulum di SMA Dwiwarna sangat bagus dan tertata rapi.

“Bahkan lulusan disini diterima di kampus negeri semua. Harapan kedepan mungkin kurikulum ditambah, bahkan basic agama sangat bagus juga, fasilitasnya pun tidak kalah bagusnya,” ucapnya

Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya pun akan menambah beasiswa sampai perguruan tinggi tidak hanya jenjang SMA saja. “Kami juga mau membuat MoU dengan siswa yang mendapat beasiswa dan mengambil jurusan sesuai kebutuhan di wilayah Gorontalo, agar ketika lulus bisa mengabdi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Dwiwarna Indra Kartasasmita menuturkan, bahwa kerjasama dengan Pemprov Gorontalo sudah terjalin sejak lama dan setiap tahunnya selalu mengirimkan murid unggulan untuk mengenyam pendidikan di SMA Dwiwarna.

“Kerjasama ini sudah terjalin sejak tahun 2005 bahkan saat pihak Gorontalo mencari dokter, kami arahkan siswa yang kedokteran dan kimia, karena kami harus melayani sampai ke kebutuhan mereka seperti apa,” tandasnya. (nal/c)