Beranda Bogor Raya

Dituding Pungli Pencari Kerja, Kades Leuwinutug : Saya Tidak Pernah Melakukan Itu

Leuwinutug
Proses mediasi yang dilakukan pemerintah desa dengan aparatur wilayah untuk meluruskan masalahnya.

CITEUREUP-RADAR BOGOR, Dituding telah menarik pungutan liar (pungli) kepada warga pencari kerja (Pencaker) yang berniat melamar PT Priskila produsen parfum di wilayah Citeureup, Kepala Desa Leuwinutug, Deden Saepul Hamdi membantah keras tuduhan tersebut.

Dia mengaku, tuduhan itu datang dari seorang oknum berinisial AS yang mengaku-ngaku sebagai pewarta media siber. “Intinya saya tidak pernah melakukan hal itu,” kata Deden kepada Radar Bogor belum lama ini.

Demi membuktikannya, pemerintah desa (Pemdes) mengumpulkan sejumlah aparatur wilayah mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Leuwinutug untuk melakukan mediasi dengan oknum berinisial AS.

Deden membeberkan, AS pun mengaku bersalah dengan tudingan yang tidak dapat dibuktikan tersebut.

Dirinya merasa, tudingan yang belum terbukti jelas kebenarannya ini sudah mencemarkan nama baik pemerintah desa. Khususnya Desa Leuwinutug.

Sedangkan, menurutnya, sejauh ini kerjasama dengan salah satu perusahaan yakni PT. Prisila Prima Makmur, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, bejalan dengan baik.

“Kami punya MOU dengan PT tersebut yang sah disaksikan dengan Kadus(Kepala Dusun), RT,LPM, dan BPD,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Leuwinutug, Yayan Herdiansyah menuturkan, sebelumnya memang ada beberapa tudingan yang dilayangkan salah seorang oknum datang ke kantor desa dan melayangkan tudingan tersebut.

PT. Priskila yang menjadi produsen parfum di wilayah Citeureup ini, kata dia, diduga menjadi lahan bisnis oleh salah satu anggota staf desa.

“Jadi Pencaker diminta uang kata oknum tersebut. Padahal sama sekali kami tidak melakukan hal itu. Atau pun sampai meminta uang enam ratus ribu kepada warga Pencaker,” tuturnya.

Sekretaris Desa Leuwinutug, Yayan Herdiansyah mengatakan, upaya kerjasama dengan sejumlah pabrik di salah satu wilayah desa di Kecamatan Citeureup ini, sebagai bentuk membantu warga desa agar mengurangi jumlah pengangguran. “Gak ada biaya kami terus terang hanya membantu warga di desa saja,” tukas Yayan. (rp1/c)

Baca Juga