Beranda Pendidikan

Belasan Ribu Pelajar Ikuti Ajang Kompetisi Sains Nalaria Realistik

Ajang Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Se-Indonesia
Peserta antusias mengikuti Ajang Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Se-Indonesia yang diadakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Minggu (26/1/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Ajang Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Se-Indonesia yang rutin digelar setiap tahun sejak 2019 kembali mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pelajar.

Tercatat, 19.503 pelajar kelas 4 SD hingga 9 SMP mengikuti kompetisi yang digelar serentak oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Minggu (26/1/2020). Angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun lalu yang sebanyak 5.983 peserta.

Tak ingin tertinggal momen KSNR, atmosfer persaingan pun turut dirasakan pula di Bogor. Pelaksanaan KSNR wilayah Bogor terbagi menjadi dua lokasi, yakni di SD Insan Kamil Bogor dan SMP Puspanegara Bogor Yayasan Indocement Tunggal Prakasa dengan total peserta sebanyak 836.

Pimpinan Divisi Lomba dan Pelatihan KPM, Herman Hadiwijaya mengatakan, KSNR merupakan kompetisi sains bertaraf nasional yang diselenggarakan terbuka bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kecakapan berpikir nalar siswa sebagai proses meningkatan kekuatan literasi sains dalam memahami soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

“Akhir-akhir ini kita sering dihadapkan dengan istilah enam literasi dasar sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, salah satunya literasi sains. Literasi sains dapat diartikan proses kemampuan seseorang untuk membaca, mengartikan, memahami, menganalisis, dan mempraktekkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai hal tersebut, banyak cara yang dapat dilakukan dan KSNR merupakan salah satu langkah kongkrit yang bisa ditempuh. Mengapa demikian? Karena KSNR merupakan kompetisi sains yang mengedepankan penalaran,” ujar Herman.

Herman menambahkan perhelatan KSNR ini sejalan untuk mengakselerasi kebutuhan dalam menyongsong pendidikan abad 21 dengan kualifikasi mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, berargumen, dan bijak menambil keputusan.

Selain itu, Herman mengaku tingginya animo masyarakat terhadap KSNR dipengaruhi juga dengan biaya pendaftaran seikhlasnya (sesuai kemampuan), sehingga siapapun dan dari kalangan manapun dapat mengikuti kompetisi ini tanpa terkendala biaya.

“Keunikan lainnya dari kompetisi KSNR adalah para juara dan finalis memiliki kesempatan menjadi tim Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional di tahun 2020 yaitu International Science Competition (ISC) Malaysia dan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO),” tutupnya.

Untuk diketahui, rangkaian Kompetisi Sains Nalaria Realistik ini terbagi dalam dua tahap, yaitu babak penyisihan dan babak final. Sebelum ditentukan sebagai juara, para peserta harus melakoni persaingan ketat pada babak final yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2020 mendatang.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Penanggung Jawab kegiatan KSNR di SMP Puspanegara, Yoyoh mengaku bersyukur lembaganya kembali dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi sains berskala nasional setelah event KMNR.

“Saya berharap hadirnya KSNR menjadi pelengkap dalam proses meningkatkan kualitas pembelajaran MIPA. Sehingga ke depannya, para guru dan siswa semakin termotivasi untuk mengasah kemampuan dan menciptakan prestasi di bidang Matematika dan Sains,” jelasnya.

Selain dari kalangan guru, sambutan positif pun diungkapkan pelajar SD Insan Kamil Bogor, Azkia Munifah Hadi (kelas 4) dan M. Tajussholihin Syamil kelas (kelas 5). Meski soal yang disajikan cukup menantang, kedua pelajar tersebut sangat menikmati karena bertemu tantangan baru. “Alhamdulillah bisa menambah ilmu, menambah teman dari sekolah lain, dan soal-soalnya menantang sekali, semoga kami bisa lolos ke final dan mendapat prestasi,” pungkasnya.(pin/*)

Baca Juga