Beranda Berita Utama Cianjur Diamuk Puting Beliung, Ini Titik-Titiknya

Cianjur Diamuk Puting Beliung, Ini Titik-Titiknya

LIHAT KONDISI: Kapolres Cianjur, AKBP Juang mengunjungi Kampung Gandasoli, lokasi terparah hembusan puting beliung. FOTO: FADILAH MUNAJAT/ RADAR CIANJUR
LIHAT KONDISI: Kapolres Cianjur, AKBP Juang mengunjungi Kampung Gandasoli, lokasi terparah hembusan puting beliung. FOTO: FADILAH MUNAJAT/ RADAR CIANJUR

CIANJUR-RADAR BOGOR,BPBD Kabupaten Cianjur mencatat, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (22/12) lalu mengakibatkan kerusakan di enam titik.

Enam titik yang porak poranda diterjang angin puting beliung diantaranya di Kampung Noled, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku; Kampung Lemburtengah, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang; Kampung Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong; Kampung Pasirkalapa, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber; Kampung Gandasoli, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku dan Kampung Jannagga, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Moch Irfan mengatakan, dampak dari bencana tersebut selain banyak pohon yang tumbang menimpa rumah, juga ada beberapa atap rumah warga yang terbang terhempas angin, bahkan hingga satu rumah di Kampung Gandasoli, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku ambruk. “Kalau jumlah rumah yang rusak dan jumlah pohon yang tumbang, masih kami inventarisir,” ujarnya.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Menurutnya, saat ini, relawan tangguh bencana (Retana) masih melakukan pendataan dan melakukan evakuasi korban ke tempat yang lebih aman. “Sebelnya dilakukan rembuk bersama warga, hingga akhirnya ada kesepakatan bahwa warga yang rumahnya terancam dievakuasi dulu ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.

Ia mengimbau, jika ada kejadian bencana, agar masayarakat secepatnya menghubungi call center BPBD 0263-2912416. “Jika ada masayarakat yang lapor, kami akan langsung turun ke lokasi bencana,” katanya.

Sementara itu Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyatno meninjau lokasi bencana alam, di Kampung Gandasoli, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku yang merupakan lokasi bencana terparah. (dil/radarcianjur)