Beranda Pendidikan

Atlet Paralayang Penerima Beasiswa IPB University Kembali Cetak di Kejuaraan Dunia di Serbia

BOGOR-RADAR BOGOR,Hening Paradigma, mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB University, program Magister Ilmu Pangan berhasil meraih medali emas dalam ketepatan mendarat beregu pada Kejuaraan Dunia Kategori 1 Fédération Aéronautique Internationale (FAI) di Kota Vršac, Serbia yang dilaksanakan September lalu.

“Merasa bangga, karena kejuaraan ini adalah kejuaraan paling bergengsi di dunia (kategori 1) yang diadakan setiap dua tahun sekali. Semua negara dan peserta berlomba meraih gelar di kejuaraan ini,” ungkap Hening yang telah menekuni olahraga paralayang sejak ia berumur 14 tahun. Hingga kini, Hening telah meraih 23 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Hening mengungkapkan harapannya yakni agar dapat mempertahankan dominasi paralayang Indonesia pada nomor 1 ketepatan mendarat di dunia. “Saya juga berharap dengan ini dapat memberikan kebanggaan kepada masyarakat Indonesia bahwa Indonesia adalah negara yang hebat,” terangnya.

Untuk mendapatkan prestasi tersebut, Hening dan tim Paralayang Indonesia harus menghadapi tantangan berupa cuaca yang ekstrim, taktik tuan rumah dalam mengatur ritme pertandingan, serta makanan yang berbeda dengan makanan Indonesia.
“Cuaca yang berbeda dengan Indonesia ini sebenarnya dimanfaatkan oleh tuan rumah untuk memperlambat pertandingan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, saya mendisiplinkan diri untuk menjaga ritme, suhu dan melakukan pendataan restoran mana yang halal dan bisa dimakan serta pendataan bahan makanan apa yang cocok yang bisa disuplai dari supermarket terdekat,” tambahnya.

Hening resmi menjadi mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB University pada program studi Ilmu Pangan Tahun Ajaran 2019/2020 melalui program beasiswa peraih medali emas Asian Games 2018 dari IPB University. Program ini sebagai bentuk kepedulian IPB University terhadap masa depan pendidikan para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui pencapaian medali dalam Asian Games 2018.

Ketekunannya terhadap paralayang tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2008, Hening mengalami dua kali cedera. Cedera yang pertama adalah pada paha yang menyebabkan lebam lebar sehingga ia tidak bisa berjalan selama tiga minggu lebih. Kemudian cedera yang kedua adalah mengalami dislokasi siku kiri sehingga Hening tidak bisa mengikuti Asian Beach Games 2008 di Bali dan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 di Kalimantan Timur. Semua itu ternyata tidak membuat semangatnya surut untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (SMH/Zul).

Baca Juga