Beranda Nasional Wakil Menteri Pertahanan: Industri Pertahanan di Negara Maju Orientasinya Bukan Profit

Wakil Menteri Pertahanan: Industri Pertahanan di Negara Maju Orientasinya Bukan Profit

ILUSTRASI: Menhan Prabowo Subianto menjajal senjata buatan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.
ILUSTRASI: Menhan Prabowo Subianto menjajal senjata buatan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono berupaya mengubah paradigma industri pertahanan yang diusung oleh Indonesia. Menurutnya, industri pertahanan tidak boleh hanya berfikir pada keuntungan, melainkan harus untuk kepentingan pertahanan negara.

Trenggono menjelaskan, selama 1 bulan menjabat sebagai Wamenhan dia sudah banyak belajar terkait industri pertahanan. Dia melihat bagaimana industri tersebut berkembang di negara-negara maju, maupun negara tetangga. Hasilnya di sana tidak berorientasi kepada untung rugi.

“Negara-negara tetangga, negara-negara maju itu soal industri pertahanan itu tidak seperti perilakunya, manajemennya tidak seperti korporasi yang orientasinya kepada profit oriented,” kata Wahyu di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/11).

radarbogor universitas terbuka

Di negara-negara maju, kata Trenggono, industri pertahanan ditujukan untuk kepentingan pertahanan negara. Soal untung atau rugi tidak menjadi fokus, selama pertahanan negara semakin kuat. Sebagai contoh, Trenggono menyebut di Inggris saat ini sedang gencar membangun pertahanan siber. Kemudian di Australia juga tengah membangun persenjataan untuk memperkuat pertahanan laut dan udara.

Selain dari alutsista, industri pertahanan juga harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM). “Perubahan paradigma itu situasinya saya katakan bahwa kita ini seharusnya benar-benar industri pertahanan kita benar-benar untuk kepentingan pertahanan,” imbuh Trenggono.

Oleh karena itu, paradigma seperti ini yang harus didorong dalam mengembangkan industri pertahanan dalam negeri. Dengan begitu, pertahanan bangsa akan semakin kuat, dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.

“Implikasinya adalah penyiapan SDM dan terus terang kalau saya mau lihat di TNI sendiri saya baru sebulan melihat SDM luar biasa, cuma kalau menurut pandangan saya belum dikasih ruang aja, tapi kemampuannya luar biasa,” pungkas Trenggono.

(JPG)