Beranda Ekonomi Bisnis SDM Kreatif Indonesia Diyakini Makin Siap Hadapi Tantangan Global

SDM Kreatif Indonesia Diyakini Makin Siap Hadapi Tantangan Global

Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Dr Purnomo Ananto M.M. dalam acara Seminar Nasional Mediasi 2019 di Depok, Kamis (21/11/2019)
Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, Dr. Purnomo Ananto, M.M. dalam acara Seminar Nasional Mediasi 2019 di Depok, Kamis (21/11/2019)

http://canone.org/2012/01/this-is-a-nice-post/ navigate here JAKARTA-RADAR BOGOR, Sumber daya manusia (SDM) yang bergerak di bidang industri kreatif di Indonesia diyakini semakin siap menghadapi tantangan global.

https://www.greenlanemanor.co.nz/36479-dte99684-chat-software-for-dating-sites.html Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, Dr. Purnomo Ananto, M.M. dalam Seminar Nasional Mediasi 2019 di Depok, Jawa Barat, Kamis (21/11), mengatakan SDM industri kreatif Indonesia sudah semakin siap menghadapi berbagai macam tantangan global yang semakin cepat.

http://visconhydroponics.eu/25713-dte89743-dating-sites-for-free-san-diego.html “Bagi kami sendiri di Polimedia, semua program studi sudah berbasis industri kreatif memang sudah siap lebih dulu karena berbasis industri kreatif, industri yang berbasis pada ide atau gagasan individu untuk bisa menghasilkan produk barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Sebagai pencetak SDM unggul di bidang industri kreatif, ia menyatakan fokus pada penciptaan lulusan yang kompeten dan berkualitas melalui 13 program studi yang ditawarkan di Polimedia plus lima program studi di Kampus Polimedia Medan dan Kampus Polimedia Makassar.

“Jadi sudah sangat siap kami dengan sarana dan prasarana yang sangat mendukung untuk menyambut arahan Presiden Jokowi di bidang penyiapan SDM bidang industri kreatif,” katanya.

Pihaknya menerapkan sistem pembelajaran vokasi berjenjang di mana misalnya untuk mahasiswa D3 pada semester tiga diwajibkan mengikuti program orientasi industri dalam waktu singkat.

“Kemudian pada semester 4 mereka magang industri, waktunya lebih lama sekitar 3 bulan. Pada semester 6 atau 8 mereka melakukan praktik industri, jadi pada saat praktik industri ini mahasiswa digembleng agar tahu betul bagaimana dunia kerja,” katanya.

Hal itu mendorong lulusan kampus itu tidak hanya siap magang tetapi siap kerja dengan 87 persen di antaranya terserap industri dan sisanya banyak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.