Beranda Bogor Raya

Puluhan Warga Bogor dan Depok Terjangkit Hepatitis A, Kemenkes Belum Tetapkan Status KLB

Ilustrasi Hipatitis
Ilustrasi

CIBINONG-RADAR BOGOR, Tak hanya di Depok, puluhan warga Kabupaten Bogor juga dikabarkan terjangkit penyakit Hepatitis A. Namun, hingga kini baik di Kabupaten Bogor maupun Depok belum dinayakan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Mike Suwardi kepada wartawan mengatakan, sebanyak 48 warga Kabupaten Bogor terpapar Hepatitis A.

Lokasi warga yang terjangkit hepatitis A tinggal di daerah Bojonggede yang berbatasan dengan Depok. “Data sementara yang terangkum 48 orang terjangkit Hepatitis A,” ujar Mike Suwardi seperti dikutif dari tribun.

Puluhan warga yang terjangkit Hepatitis A merupakan santri di sejumlah pondok pesantren di Bojonggede. “Kita melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menguji apakah betul Hepatitis A,” terangnya.

Sementara itu puluhan siswa dan guru di Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat, juga terserang hepatitis A. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mau terburu-buru menyatakan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan, jajarannya masih melakukan upaya penanganan sekaligus pencegahan supaya penyebaran virusnya tidak semakin meluas.

“Enggaklah (belum KLB-red). Kami langsung bertindak. Kan jumlah tidak mempengaruhi itu. Kalau masih terlokalisir masih bisa kami tangani. Doakanlah mudah-mudahan, doakan di lingkungan Depok saja. Biar kami cepat bekerja,” ucap Terawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah korban terserang penyakit hepatitis A di Depok mencapai 72 orang. Saat ini Kemenkes mengoptimalkan pencegahan, di samping menindaklanjuti kasus yang sudah ada dengan intervensi-intervensi spesialistik.

“Hasil penelusuran yang dilakukan, penderitanya sebanyak 72 kasus. 38 laki-laki, 34 perempuan. Dan ini kasus hepatitis A yang dirawat sebanyak tiga orang. Sebagian berobat jalan dan istirahat di rumah, tidak masuk sekolah. Nah ini yang kami langsung pantau, langsung datang ke lokasi,” kata mantan kepala RSPAD Gatot Subroto ini.(pin/ps/jpnn/trb)

Baca Juga