Beranda Metropolis

Sebelas Paket Gagal Lelang, Tiga Sekolah di Kota Bogor Batal Direvitalisasi

Ilustrasi Lelang
Ilustrasi Lelang

BOGOR–RADAR BOGOR, Sebanyak 11 paket gagal lelang dari total 122 paket yang diajukan tahun ini. 11 paket tersebut didominasi oleh Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.

Ada empat paket gagal lelang dari Dinas PUPR, antara lain perbaikan jembatan gantung rawayan parung banteng Rp600 juta, pembangunan jembatan pulo geulis Rp500 juta, pembangunan DMA Rp12,3 miliar dan pengembangan jaringan pipa distribusi Rp13,5 miliar.

Lalu dari Dinas Pendidikan, ada tiga paket yang gagal lelang. Sebut saja revitalisasi SD Pamoyanan 2 senilai Rp1,1 miliar, revitalisasi SD Tajur 1 dengan nilai Rp700 juta dan revitalisasi SD Cijahe Rp700 juta.

“Untuk Disdik sepenuhnya penawar tidak ada yang lulus kajian teknis,” kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Setdakot Bogor yang juga Ketua ULP Kota Bogor Henny Nurliani.

Sedangkan empat sisanya, sambung Henny, adalah pengadaan jasa konsultasi perancangan atau desain interior gedung baru senilai Rp200 juta dari Setwan, lalu perencanaan pengembangan potensi investasi daerah Rp370 juta dari Bappeda.

Kemudian, sambung Henny, jasa pihak ketiga outsourcing petugas uji potensi Rp291 juta dari Bappenda. “Dan terakhir cakupan pelayanan air minum non PDAM Rp241 juta, juga dari Bappeda,” tutur Henny.

Henny menjelaskan, pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan tender ulang lantaran sisa waktu anggaran 2019 yang mepet untuk melaksanakan proses tender dan pelaksanaan. Pun jika dilakukan tender ulang, dikembalikan ke OPD masing-masing untuk dilakukan pengkajian kembali.

“Kami bisa saja tender ulang, tapi nanti waktu habis. Memang awalnya masuknya ke kami juga setelah lewat pertengahan tahun. Artinya sulit kalau untuk tender ulang,” jelas Henny.

Mantan Kabid Mutasi dan Pengembangan Karir BKPSDA Kota Bogor itu menambahkan, paket tersebut dikembalikan kepada OPD yang bersangkutan untuk dikaji kembali, jika memang akan dilelang kembali tahun anggaran yang akan datang. “Silahkan kaji lagi. Waktu dan nilai kontraknya,” paparnya.

Sedianya, sambung Henny, pihaknya sedari awal tahun telah menyampaikan surat melihat dari Rencana Umum Pengadaan (RUP), ada paket dengan jangka waktu pelaksanaan yang cukup lama.

“Waktu itu sempat ada pembahasan, tapi entah kenapa tidak ada pengajuan ke kami, baru diajukan oleh Disdik akhir Juli. Memang dari Disdiknya yang lamban baru mengajukan, padahal idealnya adalah awal tahun,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengaku adanya gagal tender pada tiga proyek revitalisasi gedung di tiga SDN di Kota Bogor itu. Meskipun gagal lelang, ia justru mengklaim tidak ada kendala apapun dalam penyusunan kerangka kerja hingga proses pengajuan lelang. Waktu mengajukan berkas tender pun disebutnya masih sesuai jadwal yang direncanakan.

“Betul gagal lelang di tiga SD itu. Kendala sepertinya nggak ada, dari pendaftar yang masuk saja yang nggak memenuhi syarat. Kalau masuknya usulan ke bagian PBJ mah sesuai yang direncanakan. Mudah-mudahan segera bisa diusulkan lagi untuk masuk tahun berikutnya,” tandasnya.

Disisi lain secara umum, dari 122 paket yang dilelangkan Bagian PBJ tahun ini, 108 diantaranya sudah selesai dan tinggal menyisakan 3 paket yang tengah berproses pembuktian kualifikasi dan upload dokumen. (wil/c)

Baca Juga