Beranda Bogor Raya

SKPD Kabupaten Bogor Dinilai Malas-Malasan Bahas Anggaran

Paripurna DPRD
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD melakukan sidang paripurna dengan pembahasan rancangan APBD, kemarin.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor dinilai bermalas-malasan dalam merumuskan rencana kerja. Pasalnya, tak semua dinas hadir dalam ekspose Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020.

Hal itu yang dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. Menurutnya, semua yang berkaitan harus mampu meluangkan waktunya untuk pembahasan RAPBD.

Hal itu merupakan amanah masyarakat yang harus dikerjakan sangat serius. Sehingga nanti ketika anggaran direalisasikan bisa betul-betul berdampak dan dirasakan oleh masyarakat.

“Kita ini ingin RAPBD menjadi APBD yang sehat. Bicara kecewa ya kita kecewa, karena buat kami pembahasan ini waktunya tidak panjang. Kita membahas anggaran yang luar biasa, harus dibahas secara seriuz dan sungguh-sungguh. Harus ada pemilahan mana program yang biasa mengena dan dirasakan masyarakat,” tegas Rudy pada Radar Bogor kemarin.

Karena ketidakhadiran beberapa SKPD tersebut, akhirnya sidang ekspose yang dilansungkan Senin kemarin juga sempat mengalami skorsing. Bagaimana tidak, dari 38 SKPD yang ada di Bumi Tegar Beriman, 15 SKPD tidak hadir sebelum akhirnya sidang diskorsing. Namun hingga beberapa hari kedepan, hasil ekspose yang sudah diketahui dewan tersebut akan kembali dibedah dalam Badan Anggaran (Banggar).

“Mana program yang hanya buat pemborosan anggaran tentu kita harus coret bersama-sama kita hilangkan. Dan kita berharap semua pemangku kebijakan dan pengguna anggaran harus hadir, agar mereka tau dibelakang mereka ada rakyat Kabupaten Bogor. Kalau temuan, kita akan dalami lagi pada saat pembahasan di badan anggaran,” terusnya. (dka/c)

Baca Juga