Beranda Bogor Raya

82 Ribu Warga Kabupaten Bogor Masih Tinggal di RTLH

RTLH
terdiam di depan rumahnya yang terbuat dari bilik.

CISARUA-RADAR BOGOR, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor mengklaim program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2019 telah mencapai 90 persen. Meski begitu, masih ada sekitar 82 ribu unit RTLH perlu direhab.

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah menjelaskan pihaknya tahun ini menargetkan merehabilitasi 5.000 unit rumah reyot, yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor, Banprov Jawa Barat dan Kementerian Sosial.

“Hampir 90 persen sudah terbangun semua dari 5.000 unit yang kita programkan, dengan rata-rata per rumah dari APBD mendapat Rp10 juta. Kalau dari pemerintah pusat sekitar Rp17 juta,” jelas Juanda, Senin (11/11).

Dia berharap, tahun 2020 target rehabilitasi RTLH meningkat. Saat ini, kata dia, APBD 2020 masih dalam pembahasan dengan DPRD Kabupaten Bogor.

“Hasil pemetaan kita, masih ada sekitar 82 ribu unit RTLH di Kabupaten Bogor. Tapi masih kita inventarisasi terus supaya tepat sasaran. Kalau memungkinkan jumlah unit yang akan direhab bisa ditambah,” kata Juanda.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto ingin mendengar langsung ekspose dari DPKPP terkait realisasi RTLH di tahun 2019.

“Kan sekarang kita lagi bahas kembali usulan 2020. Tapi saya juga mau dengar realisasi di tahun ini. Jangan sekedar diusulkan tapi tidak tepat sasaran. Asalkan tepat sasaran, selama itu untuk kepentingan masyarakat, kenapa tidak (ditambah),” tegasnya. (ded/cek)

Baca Juga