Beranda Bogor Raya

Bupati Ade Yasin Optimis Konsep Smart City Bisa Diterapkan di Kabupaten Bogor

Bupati Ade Yasin
Bupati Bogor, Ade Yasin

CIBINONG-RADAR BOGOR, Meski diragukan kalangan legislatif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tetap bertekad akan menerapkan konsep Smart City yang merata di semua wilayah.

Bupati Bogor Ade Yasin tetap optimis, konsep Smart City bisa diterapkan di Kabupaten Bogor. Apalagi, Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang cukup luas serta penduduk yang padat. Sehingga membutuhkan pelayanan yang cepat dan prima berbasis teknologi.

“Smart City merupakan konsep dimana semua struktur pemerintahan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi berbasis IT. Ini merupakan sebuah konsep yang cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya dengan efesien dan inofavatif,” kata Ade.

Plt Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Kardenal menambahkan, Pemkab Bogor memiliki visi misi yang berkaitan penuh dengan sistem Smart City. Yakni smart governance, smart living, smart society, Smart economy,smart environment dan smart branding.

“Kita mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor sebagai smart city sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat,” tambah Kardenal.

Namun pada ujungnya, Smart City yang akan diterapkan di Kabupaten Bogor juga tak akan berhasil tanpa dukungan digitalisasi.

Faktanya saat ini, digitalisasi yang ada di Kabupaten Bogor belum sepenuhnya maksimal. Seperti contoh di lingkungan DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman mengatakan, masyarakat harus bisa mengakses segala informasi dengan mudah. Mulai dari informasi pembangunan, program, hingga kebijakan dan lainnya.

“Saya inginnya begitu, itu harus didukung. Jadi kalau semua bisa online atau digital, masyarakat juga mudah mengakses informasi seputar Kabupaten Bogor,” kata Usep pada Radar Bogor kemarin.

Usep mencontohkan, di wilayah lain banyak yang sudah memberlakukan digitalisasi informasi. Masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi seperti rancangan APBD, Perda dan aturan-aturan sejenisnya.

“Repot juga misalnya kalau hanya mengandalkan buku. Seperti sekarang, RAPBD kita baru bisa diakses lewat buku, ke depan harus lebih maju, harus bisa diakses masyarakat dengan mudah,” ungkapnya.

Untuk itu, dia mendorong agar Pemkab Bogor dan instansi terkait lainnya termasuk DPRD membuat sistem online. Tujuannya, agar masyarakat bisa dengan mudah mengakses. “Ya kalau ingin jadi kabupaten termaju, kita juga harus mengikuti perkembangan,” pungkas Usep. (dka/c)

Baca Juga