Beranda Berita Utama Sadis, Istri Ajak Anak Habisi Suaminya Demi Selingkuhan

Sadis, Istri Ajak Anak Habisi Suaminya Demi Selingkuhan

Pembunuhan
TERBAKAR DENDAM: Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menunjukkan tersangka dan barang bukti pembunuhan di Mapolres Jember, Kamis (7/11). (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

http://oranewilliams.com/14755-silagra-50-mg-price.html check my reference JAKARTA-RADAR BOGOR, Bahar Mario (26) dan ibunya Busani (47), tertunduk saat menghadapi sorot kamera wartawan di Mapolres Jember kemarin (7/11/2019).

online dating delayed messages Keduanya menjadi tersangka pembunuhan Surono, ayah dan suami para pelaku. Kasus itu menjadi perhatian publik karena jenazah korban ditemukan terpendam di bawah musala rumah di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember.

index Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dalam rilis kemarin menjelaskan, pembunuhan itu dilatarbelakangi warisan dan asmara. Barang bukti yang diamankan adalah sarung, kaus yang dipakai korban, martil, serta sebuah linggis dengan panjang sekitar 50 sentimeter dan berat 10 kilogram. ”Linggis ini diduga digunakan tersangka untuk menghabisi korban. Barang itu kami temukan di bawah jasad korban,” ujar Alfian kepada Jawa Pos Radar Jember.

Diduga, pembunuhan itu dilakukan pada akhir April 2019. Sebelum korban dihabisi, Bahar mengutarakan niatnya membunuh ayah kandungnya itu kepada Busani. ”Busani langsung bilang, iya aku ikhlas,” ujar Alfian.

Bahar menganggap ayahnya pelit. Ketika dimintai uang, Surono selalu mengaku tidak punya. Sementara itu, Busani merestui pembunuhan tersebut karena memiliki selingkuhan bernama JM. Kematian Surono membuat rencananya menikah dengan JM berjalan mulus. ”Selain itu, tersangka ingin menguasai warisan. Korban punya lahan kopi dan menghasilkan Rp100 juta lebih setiap tahun,” ujar Kapolres.

Skenario pembunuhan dijalankan. Busani menghubungi Bahar yang saat itu tinggal di Bali. Dia meminta anak keduanya tersebut pulang. Saat itu juga Bahar pulang. Dia tiba di rumah sekitar pukul 23.00.

Bahar mengetuk jendela rumah dengan pelan. Busani lalu membuka pintu rumahnya. Kepada si ibu, Bahar sempat bertanya tentang alat untuk membunuh bapaknya. Busani kemudian menyerahkan sebuah martil. Namun, Bahar menolak. Sebab, martil tersebut terlalu ringan dan sulit dipakai untuk membunuh Surono.

Bahar lalu memeriksa tiga kamar di rumahnya. Dia mencari alat untuk membunuh korban. Didapatilah sebuah linggis. Bahar lalu mematikan lampu rumah. Dengan memakai penerangan headlamp, Bahar menuju kamar depan, tempat ayahnya tidur. Tanpa ba-bi-bu, Bahar mengayunkan linggis ke wajah korban.

Sekali pukul, pipi kiri korban remuk. ”Sekali pukul, bapak langsung mati,” ujar Bahar. Saat aksi sadis itu berlangsung, Busani ikut menyaksikan. Bahar lalu mengambil uang Rp6 juta di dalam tas milik ayahnya.