Beranda Ekonomi

Irit Dua Kali Lipat, Supir Bajaj Mengaku Untung Pakai BBG

JAKARTA-RADAR BOGORKendaraan umum beroda tiga, yakni bajaj saat ini mayoritas menggunakan bahan bakar gas (BBG). Pemakaian gas tersebut diakui lebih menguntungkan daripada menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Seorang pengemudi bernama Njes,38, menuturkan bahwa pengisian BBG hanya memakan biaya kurang lebih Rp 25 ribu. Sedangkan, menggunakan bensin dapat mengeluarkan uang hingga Rp 50 ribu.

Enakan pakai gas sih, irit, paling sehari itu Rp 25 ribu full, kalau bensin itu bisa sampai Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu,” ujar dia di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Jumat (08/11).

Ia mengatakan bahwa pendapatan bersih sebagai pengemudi bajaj ketika memakai BBG lebih baik dibandingkan a menggunakan BBM.

Kalau pakai BBG, pendapatan supir itu masih mending. Jadi kalau kita pake bensin kita abis Rp 50 ribu, tapi pake BBG ini paling Rp 25 ribu, jadi misalnya penghasilan itu Rp 100 ribu, pakai bensin itu (keuntungan) bersihnya Rp 50 ribu, kalau pake BBG Rp 75 ribu,” kata dia.

Sama dengan Njes. Slamet, 34, pun berpikir demikian, ia menjelaskan ketika menggunakan BBG, dirinya hanya mengisi tangki dalam dua hari sekali. Sedangkan menggunakan bensin pengisian harus diisi setiap hari.

BBG itu ngisinya antara Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu, itu udah full, ngisinya 2 hari sekali. BBM hampir dua kali lipat, setiap hari lagi, jadi lebih untung BBG,” terangnya.(JPS)

 

Baca Juga