Beranda Metropolis

Target Pajak BPHTB Belum Tercapai, Bapenda Kota Bogor Maksimalkan Stakeholder

bapenda kota bogor
Sausana pelayanan di Kantor Bapenda Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Tugas berat diemban Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana.

Pasalnya, di sisa waktu kurang dari dua bulan menuju akhir tahun 2019, beberapa target pendapatan pajak masih belum tercapai. Terutama pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Bapenda Kota Bogor Deni Hendana mengatakan, beratnya mengejar target BPHTB lantaran berkaitan dengan lahan. Namun di sisa waktu ini, dia akan segera merapatkan dengan stakeholder mengenai BPHTB sehingga ada akselerasi pembayaran.

“Jadi mereka yang sudah mau jual beli dipercepat ditahun ini. Sehingga di bulan-bulan desember bisa meningkat,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Sebetulnya, kata Deni, target BPHTB sudah tercapai. Namun, berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 target itu mengalami peningkatan sekitar Rp9 milyar.

“Kalau BPHTB itu total rencananya Rp164 milyar, tapi di perubahan naik jadi Rp173, hampir lebih Rp9 milyar lagi dikejar kita,” jelas dia.

Pria yang baru dilantik pada Senin (28/10) ini mengaku telah menyiapkan formulasi untuk mengejar target tersebut. Salah satunya primary market dimana penjualan dilakukan oleh developer kepada konsumen.

Pihaknya akan memetakan lokasi-lokasi developer yang masih tersisa di tahun 2019 ini. Setelah didapatkan, maka BPHTB dijaga agar sesuai dengan harga pasar yang sebenarnya.

“Kalau yang lain kita agak sulit petakan, karena ini kan jual beli, kecuali dari developer bisa dipetakan dengan data yang kita miliki, maksudnya informasi yang terbuka berapa nilai pasar, nilai jual beli, pemetaan disitu,” bebernya.

Selain itu, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Depok ini juga fokus menjaring pajak dari sektor lainnya.

Dia pun mengaku melakukan pengawasan pembayaran bulanan diluar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB. Seperti pajak hotel, restoran, parkir serta lainnya.

Pihaknya akan melakukan pengawasan secara kontinyu di dua bulan terakhir ini agar pembayaran tidak terlambat apalagi menurun. Sehingga target yang ditetapkan aman.

“Kalau saya hitung berdasarkan angka-angka saat ini, kita masih optimis kok hotel, restoran, parkir itu kita optimis untuk sampai akhir tahun, bisa kita tutup dengan mencapai target, kalau PBB sudah mencapai target,” pungkasnya. (gal/pkl5/c)

Baca Juga