Beranda Metropolis

Diresmikan, Koperasi Jasa AMA Indonesia Jadi Koperasi Jasa Berbasis Teknologi

Koperasi-Jasa-AMA
Peresmian Kantor pelayanan koperasi jasa Artha Mandiri Abadi (AMA) Indonesia di jalan K.H. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Kamis (07/11/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR, Reformasi koperasi yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, menuntut koperasi-koperasi yang ada di seluruh Indonesia untuk berorientasi pada kualitas bukan pada jumlah.

Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Tatalaksana Koperasi dan UKM, M. Hanafiah, saat meresmikan Kantor pelayanan koperasi jasa Artha Mandiri Abadi (AMA) Indonesia di jalan K.H. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Kamis (07/11/2019).

“Dalam menjalankan koperasi harus mau berjuang untuk kepentingan anggota dan tata kelola yang benar sesuai dengan modernisasi manajemen koperasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama dua tahun terakhir ini, koperasi di seluruh Indonesia mengalami peningkatan. Secara nasional jumlah koperasi yang aktif dan dinamis ada sebanyak 121 ribu atau sekitar 54 persen. Sisanya banyak yang jalan di tempat.

“Banyak koperasi tidak kuat menghadapi dinamika bisnis di masyarakat. Karena mindset mereka selama ini, menunggu dan menanti. Nah, itu yang harus diubah menjadi mencari dan berjuang. Ketika itu belum mampu dilakukan koperasi maka kontribusi dan partisipasi anggota terhadap koperasi akan melemah. Itulah kenapa sebagian koperasi jadi jalan di tempat,” jelasnya.

Sementara, Ketua pengurus Koperasi Jasa AMA Indonesia, MJ. Haris mengatakan, AMA ini adalah koperasi jasa berbasis teknologi untuk mengikuti rencana pemerintah dalam meningkatkan usaha berbasis teknologi era 4.0. AMA sudah berjalan sejak 2014.

Saat ini, AMA Indonesia telah memiliki 10 cabang, diantaranya di Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Semarang, Surabaya, Kediri, dengan jumlah anggota di seluruh cabang Indonesia hampir sekitar dua ribu orang yang mayoritasnya adalah UMKM.

“Di koperasi ini, ada beberapa PT yang membawahi usaha kita seperti yang berbasis kesehatan, pendidikan dan kuliner. Ke depan kita juga akan bisnis properti,” katanya.

Pemilihan koperasi jasa bukan tanpa alasan, pasalnya sebagian masyarakat berpikiran bahwa koperasi identik dengan simpan pinjam. Padahal koperasi tidak cuma itu. Sebaliknya banyak potensi yang bisa digarap selain cuma simpan pinjam.

“Mindset inilah yang ingin kita ubah dimana kita punya target ke depan usaha-usaha yang ada di bawah koperasi AMA Indonesia menjadi IPO dan lebih mendunia,” terangnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Anas S. Rasmana menambahkan, jumlah koperasi di Kota Bogor saat ini ada sekitar 848 dengan jumlah koperasi aktif sekitar 580. Menurutnya, koperasi jasa AMA Indonesia memiliki likuiditas yang cukup baik. Melihat koperasi ini telah berjalan selama 5 tahun.

“Bagusnya mereka melibatkan UKM Kota Bogor. Jadi, ini cakupanya bukan hanya ke ekonominya tapi menyeimbangkan dengan kultur dan sisi kebutuhan hidup yang lain. Pesan saya jangan sampai kekurangan likuiditas. Karena problem yang dialami bidang finansial itu biasanya terlalu berekspansi sehingga di waktu tertentu mereka kehilangan likuiditas,” katanya. (Humpro :fla/ismet/magang-SZ)

Baca Juga