Beranda Bogor Raya

Situ Tunggilis Cileungsi Kering, Warga Terpaksa Mandi Pakai Air Galon

Situ Tunggilis
Situ Tunggilis yang berada di Desa Setusari, Kecamatan Cileungsi, kini surut akibat kemarau panjang yang terjadi tahun ini.

CILEUNGSI-RADAR BOGOR, Meski mulai memasuki pancaroba, tak seluruh wilayah di bumi tegar beriman diguyur hujan setiap minggunya.

Salah satunya di wilayah Timur Kabupaten BogorĀ  yang paling parah terdampak kemarau sepanjang tahun ini.

Hal itu nampak dari surutnya air di Situ Tunggilis di Desa Setusari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kondisi danau itu kini mengering usai diterjang musim kemarau. Begitu keringnya, dasar danau bahkan terlihat jelas, yakni tanah hingga rumput hijau.

Warga setempat bahkan bisa bermain dan menginjakkan kaki di dasar danau. Sebagian warga memaksakan memancing ikan meski air Danau Situ Tunggilis tengah surut.

Akibat kekeringan di danau itu, aliran air menuju persawahan juga tidak mengalir.

Petani mengalami kerugian atas kekeringan danau. Ketek (50), warga di sekitar danau, mengatakan, kekeringan Situ Tunggilis terjadi sejak musim kemarau beberapa bulan lalu.

“Surut air danau mulai terasa pada tiga bulan lalu, mungkin September,” kata Ketek yang tidak pernah menyangka terjadi kekeringan di danau.

Selama musim kemarau terjadi beberapa tahun lalu, kekeringan di Situ Tunggilis belum pernah terjadi. “Kami jadi kesulitan. Untuk mandi, warga beli air galonan,” jelas Ketek.

Senah (55), warga Jalan Haji Rojak, RT 07/02 Desa Setusari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, heran kekeringan yang terjadi di danau. Senah mengingat, kekeringan ini juga pernah terjadi pada 2013. “Kemarau panjang jadi kering begini danaunya,” kata Senah.

Selama air menyusut, warga tetap ada yang menangkap ikan-ikan di Situ Tunggilis, seperti mujaer, patin hingga ikan mas.

Seperti diketahui, Situ Tunggilis dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor seluas 30 hektar ini berada di samping Jalan Raya Cileungsi-Jonggol. (ipe)

Baca Juga