Beranda Berita Utama

Baru 27 Tahun, Wanita Cantik Ini jadi Rektor Termuda di Indonesia

Risa Santoso yang jadi rektor termuda di Indonesia. (instagram/santosorisa)
Risa Santoso yang jadi rektor termuda di Indonesia. (instagram/santosorisa)

JAKARTA -RADAR BOGOR, Nama Risa Santoso kini menjadi perbincangan hangat warganet. Bukan tanpa sebab, wanita yang akrab disapa Risa ini baru saja diangkat menjadi rektor di Institut Teknologi dan Bisnis Asia (ITB Asia) Malang, Jawa Timur di usia 27 tahun.

Penetepan tersebut menjadikan Risa sebagai rektor termuda di Indonesia. Sebelumnya, pencapaian itu sempat dipegang oleh Riki Saputra  yang menjabat sebagai rektor di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) pada awal tahun 2019 silam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga pernah memegang rektor termuda tatkala ia menjabat menjabat Rektor Universitas Paramadina pada 2007, saat usianya 38 tahun.

Risa diangkat menjadi rektor pada Sabtu (2/11). Sosoknya yang muda langsung menjadi buah bibir.“Saya lumayan tersanjung. Tapi tetap tidak mengira kalau ini menjadi berita yang super viral,” kata Risa.Sebelum menjadi rektor, Risa menjabat sebagai direktur pengembangan bisnis di kampus tersebut.

Sarjana lulusan University of California Berkeley ini juga pernah bekerja sebagai tenaga ahli muda di kantor Staf Kepresidenan era Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla di bidang isu strategis ekonomi.

Sekitar satu setengah tahun mengabdi di pemerintahan, perempuan kelahiran Surabaya pada 27 Oktober 1992 ini melanjutkan kuliah program magisternya di Harvard University.

“Terakhir saya menjadi inisiator aktivitas Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang merupakan program akselerasi kerja sama Swiss dan Indonesia,” ujar dia.

Kegiatan tersebut membantu pengembangan start up muda Indonesia sampai mendapat pendanaan internasional serta inisiator Asia Hackathon dan program magang di luar negeri.

Sebutan rektor termuda dan tercantik dari warganet, kata dia, tentu menjadi tantangan baginya untuk menciptakan terobosan baru. Dia optimis dapat merepresentasikan jiwa muda di era milenial sekarang.

“Ekspektasi tersebut tentu menjadi tantangan bagi saya dan para tim,” ujar dia. (ind/jpg)

Baca Juga