Beranda Metropolis

Awas Bencana Mulai Mengancam, Sehari Dua Longsor di Kota Bogor

Longsor Kota Bogor
Tim BPBD mengevakuasi pohon yang menimpa posyandu di RT 04/20, Kampung Sukajadi.

BOGOR – RADAR BOGOR, Bencana alam masih mengintai Kota Bogor. Buktinya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, dalam satu hari tepatnya Senin (4/11/2019) terjadi dua bencana tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih mengatakan, longsoran pertama terjadi di Kampung Sukajadi RT 04/20 Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan sekitar pukul 01.00 WIB.

Pihaknya yang menerima laporan sekitar pukul 08.30 WIB langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan pukul 08.35 WIB.

“Tanah longsor disebabkan oleh hujan yang terjadi diwilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Longsoran tersebut, kata dia, mengakibatkan pohon jenis Kicopong tumbang. Pohon dengan tinggi empat meter dan diameter 15 sentimeter itu juga menimpa bangunan Posyandu. “Kita sudah lakukan assessment dan penanganan pemotongan pohon tumbang,” jelas dia.

Sementara untuk longsoran kedua, Esti -sapaan akrabnya- menuturkan bahwa musibah itu terjadi di wilayah Jalan Sukasari 3 RT 07/01 Kelurahan Sukasari Kecamatan Bogor Timur sekitar pukul 01.30 WIB.

Penyebab longsoran pun sama lantaran tanah yang labil. “Dampaknya tanah longsor setinggi lima meter dan lebar empat meter ini mengenai bagian dapur rumah milik Iman yang tinggal dengan 2 KK dan 6 jiwa,” katanya.

Selain musibah akibat tanah longsor, Esti menuturkan bahwa terjadi juga ambruknya dinding rumah warga pada Senin (4/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ambruknya rumah Dedi di Kampung Lebak Nangka RT 05/02 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan itu diakibatkan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kejadian ini mengakibatkan dinding rumah roboh pada bagian dapur dengan ukuran 4 meter kali 2 meter,” ungkapnya.

Kendati demikian, Esti memastikan tak ada korban jiwa atas ketiga musibah tersebut. Dia mengimbau agar masyarakat tetap berjaga terutama saat cuaca ekstrim melanda. “Tim kami juga terus bersiaga melakukan pemantauan di wilayah-wilayah lain,” pungkasnya. (gal/pkl5/cr2/b)

Baca Juga