Beranda Metropolis

Mesjid Agung Jadi Tempat Jual Beli dan Gudang, Ini Penjelasan DKM

Masjid Agung Bogor yang tengah dalam tahap renovasi
Masjid Agung Bogor yang tengah dalam tahap renovasi. (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR – RADAR BOGOR,Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Kota Bogor, Hussen As Soleh, membantah adanya aktivitas jual beli di area masjid seperti yang ramai diperbincangkan.

Menurut dia, adanya kendaraan terparkir di area masjid, terutama mobil berisi barang berupa sepatu atau lainnya, bukan untuk melakukan aktivitas jual beli ataupun menaik turunkan barang melainkan hanya untuk parkir.

“Kalau secara formal, langsung atau tidak langsung, kita tidak memfasilitasi terkait kegiatan itu (jual beli). Boleh di cek ke pengurus lain,” ujarnya kepada Radar Bogor ketika di konfirmasi, kemarin (5/11).

Jika diketahui ada aktivitas itu, lanjut Hussen, sudah pasti jamaah Masjid Agung akan melakukan protes terlebih dahulu. Apalagi jamaah maupun beberapa pengurus DKM notabenenya merupakan pedagang di Pasar Kebon Kembang. Namun hingga saat ini tidak ada protes tersebut.

“Kita memang tidak mengizinkan, kalau begitu pedagang maupun jamaah akan komplain,” katanya.

Selain itu, masjid yang bisa dipergunakan sementara sejak April 2019 itu juga memiliki pihak keamanan yang ditugaskan oleh pengurus DKM. Selain menjaga aset-aset serta area masjid, mereka juga bertugas menjaga kendaraan jamaah yang terpakir.

“Sekuriti kita ada dari internal DKM, empat orang yang dibagi menjadi dua shift, siang dan malam,” kata Hussen.

Terkait pungutan yang dilakukan oknum atas dugaan kendaraan barang yang terparkir di area masjid, Hussen tak mengetahuinya. Sebab selama ini, yang dilakukan pihak DKM hanya menerima retribusi parkir kendaraan.

Dimana hasilnya dipergunakan untuk kebutuhan serta aktivitas masjid.

“Sampai sekarang kita masih punya 17 karyawan, kita alokasikan dari parkir untuk mereka disamping untuk maintenance, bayar listrik kemudian kebutuhan lain masjid,” jelasnya.

Disi lain, penggunaan Masjid Agung saat ini lantaran pembangunan yang belum berlanjut. Menurut Hussen seluruh aktivitas akan kembali ditiadakan ketika pembangunan akan dimulai kembali.

Karenanya di sisa waktu itu, aktivitas masjid diaktifkan kembali sambil menunggu pembangunan lanjutan.

“Kita memanfaatkan sisa waktu karena 2020 kan akan dibangun lagi, jadi nanti aktivitas seluruhnya di Masjid Agung akan ditiadakan lagi,” pungkasnya. (gal)

Baca Juga