Beranda Bogor Raya

Timur Kabupaten Bogor Masih Kekeringan, Tiga Kecamatan Ini Paling Parah

Sungai Cicadas yang biasanya deras kini nyaris kering akibat kemarau panjang di wilayah timur Kabupaten Bogor. Hendi/Radar Bogor

CITEUREUP-RADAR BOGOR, Kekeringan masih saja menggelayuti kawasan Timur Kabupaten Bogor. Tiga kecamatan terpantau mengalami kekeringan cukup parah.

Sumber air untuk massal pun turut menyurut, sehingga warga tak lagi menggunakan air layak untuk keperluan sehari-harinya.

Diketahui tiga kecamatan yang paling parah mengalami kekeringan di antaranya Kecamatan Citeureup, Gunungputri, dan Klapanunggal. Sementara, ketiganya merupakan kawasan binaan CSR PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Karena itu, produsen semen terbesar itu turun tangan.

CSR Manajer Indocement, Sahat Pangabean menjelaskan, per pekannya ada 20.000 liter air yang dibagikan kepada warga di desa binaan. Hingga kemarin, (01/11/2019), air yang telah didistribusikan kurang lebih 1.090.000 liter air.

“Empat kali seminggu dengan total volume distribusi air perminggu mencapai 20.000 liter. Sampai dengan hari ini, Indocement sudah mendistribusikan air sebanyak kurang lebih 1.090.000 liter,” tutur Sahat.

Diungkapkan Sahat, bahwa efek musim kemarau tahun ini cukup parah. Banyak desa-desa mitra yang kekurangan pasokan air bersih karena sumber air warga kering akibat tidak turunnya hujan dalam jangka waktu yang panjang.

Sebagaimana rutin pada musim kemarau setiap tahunnya, Indocement kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu kesulitan masyarakat desa mitra memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sehingga, dibutuhkannya pasokan air yang cukup banyak bagi desa-desa yang berada di tiga kecamatan tersebut. “Itu pasokan air yang melanda di wilayah sini. Rutin kami bantu,” tuturnya.

Sahat meneruskan, jika dilihat secara global, kekeringan di tahun 2019 ini ada beberapa di wilayah Indonesia lainnya juga dilanda kekeringan.

Jika dihitung secara menyeluruh, bedasarkan catatan Indocement, wilayah di Komplek Pabrik Paliman, Cirebon, warga di Blok Karang Anyar di Desa Cikeusal, Blok Kedung Kijing di Desa Palimanan Barat serta Blok Lebak dan kebon Gedang di Desa Ciwaringin, ada 240.000 liter air yang disalurkan.

“Pengiriman air telah dilakukan sejak Agustus 2019 sampai sekarang, dengan total mencapai 240.000 liter. Juga Kotabaru 544.000 liter. Dan akan terus bertambah untuk wilayah Provinsi Kalimantan, hingga November,” ungkap Sahat. (rp1/c)

Baca Juga