Beranda Metropolis

BEM KM IPB Serahkan Hasil Kajian Kepada Pemkot dan DPRD Kota Bogor

BEM KM IPB
BEM KM IPB menggelar diskusi bertajuk ‘Suara Kita untuk Bogor Raya’ di Sekolah Bisnis IPB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (4/11/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB) menggelar diskusi bertajuk ‘Suara Kita untuk Bogor Raya’ di Sekolah Bisnis IPB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (4/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebijakan Daerah BEM KM IPB mengundang dua narasumber, yakni Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut untuk menjawab seputar progres pembangunan hingga memberikan kritik yang membangun dari sudut pandang mahasiswa. Bahkan, mereka telah membuat kajian yang diserahkan langsung kepada kepala daerah untuk ditindaklanjuti.

Sejumlah isu yang diangkat dalam diskusi tersebut mulai dari penataan transportasi, infrastruktur seperti pelebaran Jembatan di Jalan Otista, kebijakan Bogor Tanpa Kantong Plastik yang harus diperluas ke pasar tradisional, progres fly over Martadinata, double track atau rel ganda kereta api Bogor-Sukabumi, anggaran pendidikan, kesehatan, penataan PKL, naturalisasi ciliwung, hingga ruang ekspresi dan pengembangan diri kaum muda.

“Ini adalah suatu ajang diversifikasi pergerakan. Jadi, pergerakan itu bukan sekedar turun ke jalan dan lain-lain. Kita tetap turun ke jalan ketika tidak ada ketidakadilan, kita tetap terus bergerak. Tapi ternyata ada satu forum yang bisa mempertemukan langsung dengan para pejabat terutama Walikota dan Ketua DPRD dan bisa lebih ber-impact dengan mengubah kebijakan-kebijakan dari kajian, kritik dan aspirasi yang tadi disampaikan teman-teman mahasiswa,” ungkap Menteri Kebijakan Daerah BEM KM IPB 2019, Fadillah Yusuf.

Fadillah juga berharap, masukan dan kajian yang tadi disampaikan bisa diimplementasikan juga oleh para pemangku kebijakan, baik Pemkot maupun DPRD Kota Bogor. “Masukan-masukan itu Insya Allah tidak ada yang merugikan. Terlebih keterbukaan dari Pemerintah Kota Bogor seperti sekarang ini harus terus dipelihara. Karena salah satu syarat kemajuan suatu daerah atau negara adalah ada peran fungsi dari kampus, mahasiswa dan dosen-dosennya. Insya Allah acara SKBR ini akan ada setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bima Arya mengajak mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan di Kota Bogor, baik sebagai pengawas kebijakan maupun ikut terjun sama-sama terlibat di lapangan mengentaskan permasalahan sosial hingga mendukung program pro rakyat Pemkot Bogor.

“Aspek good governance dengan mengedepankan keterbukaan sebagai asas dari penyelenggaraan pemerintahan. Jadi kami harap ada peran mahasiswa yang ikut mengawasi dan terlibat langsung karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan dari kampus dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Bagi Bima Arya, pembangunan itu bukan hanya untuk masa sekarang, tapi pembangunan juga untuk masa depan. Seperti semboyan Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga. Apa yang kita rasakan dan nikmati hari ini adalah ikhtiar dari pendahulu kita di masa lalu. Dan apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati generasi mendatang.

Sementara itu, Presiden BEM KM IPB 2019 Bhirawa Ananditya Wicaksana meminta Pemerintah Kota Bogor berkomitmen secara penuh untuk bisa menitikberatkan kebijakan dan keberpihakan kepada masyarakat serta membuka ruang aspirasi publik sebesar besarnya, baik itu bersifat kritikan maupun penyampaian aspirasi-aspirasi publik. (Humpro :adt/arvan/PKL: Jihan-Rohim/Pri)

Baca Juga