Beranda Metropolis

Tutup Intermediate Training, Bima Arya Ajak HMI MPO Lawan Radikalisme

Intermediate-Training
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara penutupan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Bogor di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Minggu (3/11/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya hadir dalam penutupan Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Minggu (3/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya mengajak rekan-rekan HMI MPO untuk bersama-sama menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang toleran dan bersama Pemerintah Kota Bogor ikut terlibat dalam melawan radikalisme.

“Kami mengajak untuk terlibat secara langsung dalam menangkal radikalisme yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Dalam menangkal radikalisme, program-program penanaman nilai pluralisme dan keberagaman di tengah-tengah lingkungan masyarakat juga harus lebih masif,” ujar Bima.

Bima mengingatkan pentingnya kebersamaan dan persatuan sebagai sesuatu yang mahal. Karena itu dirinya mengajak untuk terus menjaga dan merawat keduanya. Baik antar rekan dalam organisasi maupun dengan pemerintah. Perbedaan itu suatu keniscayaan, tapi kebersamaan harus diperjuangkan.

“Tugas panggilan sejarah kita adalah menjaga agar bangsa ini untuk tetap berada di tengah. Yang sudah selesai kita pegang bersama-sama, yang belum selesai mari kita selesaikan bersama-sama. Kemacetan, kemiskinan dan kualitas pendidikan itu yang belum selesai dan menjadi hal yang mendesak,” tegas Bima

Ajakan lain yang disampaikan Bima juga adalah para generasi penerus bangsa untuk bisa membaca tanda-tanda zaman supaya mampu keluar sebagai pemenang. “Dalam konteks tersebut, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, tidak terkecuali saya sebagai wali kota, harus bisa membaca tanda-tanda zaman itu bergerak ke arah mana,” jelasnya.

Selain kaderisasi, HMI MPO menurut Bima juga harus fokus pada kompetensi. Belajar dari cerita-cerita kegagalan dan keberhasilan, ke depan harus siap-siap agar organisasi tetap eksis dengan menambah kader, menjadikan HMI MPO sebagai organisasi yang tetap menarik di tengah banyaknya komunitas dan organisasi lain yang memiliki massa yang semakin banyak karena itu salah satu tantangan yang harus dihadapi organisasi kepemudaan.

Bima berharap semoga hasil training yang didapat mampu menjadi bekal yang bisa digunakan untuk mengokohkan semangat dalam menjemput masa depan.

Hadir dalam penutupan tersebut Ketua KNPI Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad, perwakilan HMI MPO Jawa Bagian Barat dan Komisioner Bawaslu Kota Bogor.

Intermediate Training HMI MPO Cabang Bogor dilaksanakan mulai 27 Oktober hingga 2 November 2019 di Pusdiklat Dharmais Bogor dan untuk penutupan di Balai Kota Bogor. Dari 24 orang peserta, yang dinyatakan lulus sebanyak 12. Sementrara untuk lulus bersyarat sebanyak 10 orang dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 2 orang. (Humpro:rabas/adt/pri)

Baca Juga