Beranda Pendidikan

Sekolah Bisnis IPB Lepas 368 Alumni S1, S2 dan S3

Sekolah Bisnis IPB
SB-IPB melepas 368 Alumni Sarjana Bisnis, Magister Manajemen Bisnis dan Dokter Manajemen Bisnis periode 2019 di Hotel Pullman Jakarta Central Park pada Sabtu (2/11/19).

BOGOR-RADAR BOGOR, Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) melepas 368 Alumni Sarjana Bisnis, Magister Manajemen Bisnis dan Dokter Manajemen Bisnis periode 2019 di Hotel Pullman Jakarta Central Park pada Sabtu (2/11/19).

Selain itu diselenggarakan juga Seminar Nasional dengan tema ”Rebooting Business Mindset Towards VUCA World” .

Hadir dalam acara tersebut Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dan Gubernur BI, Perry Warjiyo sebagai keynote speaker dan para pembicara Business Talk yaitu Indra Utoyo (Direktur Digital Teknologi Informasi dan Operasi BRI), Danu Wicaksana (CEO LinkAja), dan Aakar Abyasa Fidzuno (Founder Jouska).

Ketua Panitia Seminar Nasional 2019 Dr. Nimmi Zulbainarni mengatakan selain alumni hadir juga peserta dari paka atau pemerhati pembangunan ekonomi dan bisnis nasional; eksekutif dan profesional dari berbagai perusahaan swasta maupun BUMN; birokrat pemerintahan; mitra dan Stakeholder SB-IPB,

“Dengan demikian hingga saat ini, SB-IPB telah melepas total alumni sekitar 4.182 sejak berdirinya di tahun 1991”, ujar Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan SB-IPB.

Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria menjelaskan di masa depan akan hilang 23 juta pekerjaan tetapi muncul 10 juta pekerjaan baru. Dalam menghadapi era VUCA, faktor sukses adalah kejujuran, disiplin dan interpersonal skill.

Sejak dulu hingga sekarang IPB University selalu menempatkan integrity sebagai dasar untuk mengembangkan inovasi dan menjadi inspirasi.

Dalam pendidikan, IPB University menggunakan kurikulum IPB 4.0 yang menekankan pada integrasi hardskill dan softskill, blended learning, kelas internasional untuk mengembangkan keilmuan dan profesi baru.

Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi-Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brojonegoro menekankan pentingnya sektor pertanian dimana sebagian besar masyarakat bekerja di bidang pertanian, dimana IPB harus tetap setia dengan ruhnya dalam pertanian.

Menristek bangga dengan inovasi IPB yang membantu petani untuk makin sejahtera. BPS menunjukkan ketika salah satu sektor pertanian rendah, artinya semakin sedikit orang mau bekerja di sektor pertanian karena itu perlu peningkatan produktivitas pertanian untuk mendorong peningkatan pemdapatan petani.

Sedangkan Gubernur BI, Dr. Perry Warjiyo dalam pemaparannya, ia menyampaikan bagaimana harus stay relevant dalam bersama-sama memajukan perekonomian Indonesia.

Tren perekonomian masa kini ditunjukkan diminishing globalization dimana tendensi perdagangan dan investasi global mengarah kepada inward looking, looking for new source of economic growth, volatilitas arus modal asing, financial services dari non-bank dan millennial as labor force and customer. Perry menjelaskan agar bisa stay relevant, maka perlu harus melakukan tiga hal diantaranya we have to be adaptive and responsive, we have to synergy dan we have to be innovative. (*/ysp)

Baca Juga