Beranda Bogor Raya Beberapa Hari ke Depan Curah Hujan Tinggi, BMKG : Waspada Awan Cumulonimbus

Beberapa Hari ke Depan Curah Hujan Tinggi, BMKG : Waspada Awan Cumulonimbus

Cerah Berawan
Ilustrasi Cuaca Cerah Berawan

DRAMAGA-RADAR BOGOR, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bogor memprediksi curah hujan di Bogor masih tinggi dalam beberapa hari kedepan.

Hal itu dikarenakan adanya peralihan musim kemarau ke penghujan yang cukup cepat disebabkan oleh awan cumulonimbus.

Kasi Data Dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Bogor Hadi Saputera  menghimbau agar warga Bogor khususnya wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor mewaspadai curah hujan yang tinggi itu. Terbukti, di wilayah tersebut selalu dilanda bencana.

universitas ibn khaldun bogor uika

“Yang disebut hujan disepanjang bulan akibat ada awan cumulonimbus tumbuh dimusim peralihan baik dari kemarau ke hujan atau sebaliknya,” Kata Hadi kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, jika curah hujan tinggi untuk wilayah Bogor biasanya berpotensi longsor, dan untuk banjir hanya lintasan kalau hujan lebat dengan durasi lebih dari tiga jam.

“Yang diwaspadai sekaran hujan lebat dalam waktu singkat disertai angin kencang dan petir seperti sedang terjadi di kota Cianjur,” katanya.

Lebih lanjut Hadi menambahkan, perubahan yang cepat tersebut tentunya harus bisa diwaspadai oleh warga Bogor. Karena, letak pemukiman yang berundak dan banyak pohon besar bisa memicu bencana.

“Tetap ada hujan dalam setiap bulannya, meski musim kemarau juga inilah uniknya Bogor, seperti itu beda dengan wilayah lain,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, bahwa kondisi awannya tidak terlalu keliatan, biasanya pada siang sampai sore hari. Bahkan, wilayah Bogor tak bisa diprediksi kapan turun hujannya, terkadang sewaktu-waktu bisa kemarau lagi.

“Dari BMKG sudah melihat ketika suara petir tinggi artinya awan tersebut sudah matang, kalau di Bogor wilayah pegunungan jadi tempat awan cumulonimbus berkumpul,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Kadaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani mengatakan, upaya yang dilakukan mengantisipasi bencana alam melalui piket TRC dengan relawan kebencanaan di lokasi dekat banjir.

“Salah satu upaya antisipasi longsor dengan memperhatikan wilayah yang berpotensi longsor dengan memperkuat piket siskamling agar memantau situasi lingkungan,” katanya.

Adam juga mengungkapkan, selain itu pihaknya pun memperhatikan informasi kebencanaan dari instansi resmi dan membuat jaringan kewilayahan dari Desa, Kelurahan Tangguh Bencana, dan relawan lainnya.

“Selain itu, kita juga melakukan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana. Agar masyarakat pun bisa membantu dan mengetahui ketika ada bencana,” pungkasnya. (nal/c)