Beranda Metropolis

Kelanjutan Pembangunan Masjid Agung masih Terkatung-katung

Mesjid Agung
Kelanjutan pembangunan Mesjid Agung masih terkatung-katung.

BOGOR – RADAR BOGOR, Kelanjutan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor hingga saat ini masih terkatung-katung.

Bahkan DPRD Kota Bogor belum menerima ajuan pembahasan kelanjutan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Padahal, berdasarkan jadwal, Pemkot Bogor seharusnya sudah menerima hasil rekomendasi kajian kekuatan konstruksi dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami belum menerima apapun soal laporan dari progres kajian itu,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin.

Diketahui, Pemkot Bogor meminta bantuan Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR untuk mengkaji kekuatan konstruksi dengan tenggat waktu satu bulan, terhitung sejak 9 Agustus 2019. Namun, Pemkot Bogor belum memperoleh hasil tersebut hingga saat ini.

Zaenul menilai, Pemkot Bogor kurang serius dalam menyelesaikan pembagunan Masjid Agung Kota Bogor. Akibatnya, kelanjutan proses pembagunan masjid yang memakan anggaran dengan estimasi total pembangunan sebesar Rp50 miliar itu tak kunjung terselesaikan.

“Kami di Komisi III sangat mengkritisi pembangunan Masjid Agung ini. Karena Masjid Agung ini sangat dibutuhkan sebagai tempat peribadatan oleh masyarakat kususnya di sekitar Pasar (Anyar) dan Stasiun (Bogor),” katanya.

Zaenul mempertanyakan, alasan tidak selesainya pembangunan Masjid Agung Kota Bogor. Padahal, dia menyebut, pembangunan Masjid Agung dimulai beberapa tahun dan mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya menilai Pemkot kurang serius dalam menyelesaikan persoalanan ini. Sudah bertahun-tahun pembangunan masjid ini belum terselesaikan,” katanya.

Zaenul menyatakan akan segara memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas kelanjutan pembagunan Masjid Agung. Dengan demikian, pembangunan Masjid Agung dapat segera dilanjutkan.

“Kami akan mendorong agar pemerintah kota segera menyelesaikan. Bulan depan kita akan panggil untuk membahas ini,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku masih menunggu hasil dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Secepatnya, Dedie menyebut, akan berkoordinasi dan meminta laporan tersebut. “Lagi dikoordinasikan untuk update hasil kajiannya ya,” kata Dedie.

Dedie menjelaskan, pembangunan Masjid Agung belum dapat dilanjutkan jika belum memperoleh rekomendasi kajian kekuatan kontruksi dari PUPR. Karena itu, dia meminta, agar semua pihak menunggu hasil tersebut. “Kami kan posisi nunggu hasil saja. Jadi tunggu minggu depan saja ya,” katanya singkat.

Proyek pembangunan Masjid Agung Kota Bogor memang dimulai sejak2016. Namun sempat tertunda pada 2017 karena mengalami gagal lelang. Tahun 2018, pembangunan kembali dilanjutkan.

Tetapi, design konstruksi masjid disebut mengalami kesalahan pembuatan. Sehingga, pada 2019 pembangunan masjid dihentikan secara total. (wil/c)

Baca Juga