Beranda Berita Utama

Tak Terlihat Tiga Hari, Warga Timur Tengah Ditemukan Tewas Membusuk

MEMBUSUK: Jenazah warga Arab Abdur Rozak (60) yang tinggal di Gang Bombay Bojongmeron Cianjur saat di Kamar Mayat RSUD Cianjur. FOTO:Hakim/ Radar Cianjur
MEMBUSUK: Jenazah warga Arab Abdur Rozak (60) yang tinggal di Gang Bombay Bojongmeron Cianjur saat di Kamar Mayat RSUD Cianjur. FOTO:Hakim/ Radar Cianjur

CIANJUR-RADAR BOGOR,Warga asal Timur Tengah (Timteng) bernama Abdur Rozak (60) ditemukan tewas, Minggu (27/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Tubuh korban sudah membusuk di rumahnya di Gang Bombay Bojongmeron RT 01 RW 08 Kelurahan Solokpandan Cianjur.

Bau menyengat pun menyelimuti kediaman almarhum Abdur Rozak. Kontan akibat bau tak sedap tersebut membuat warga penasaran dan langsung tertuju asal bau dari rumah korban. Saat akan masuk pintu rumah kebetulan terkunci dari dalam, sehingga warga mencoba mencari jendela dan ada yang terbuka.

“Saat warga lainnya melakukan pengecekan dengan melihat melalui jendela menggunakan tangga. Pada saat melihat, kondisi jenazah terlentang dengan badan membengkak,” kata Asep (40) salah seorang warga yang langsung melaporkan temuan tersebut pada Ketua RT dan RW setempat.

Akhirnya Ketua RW 08, Ayi Zenal Abidin melaporkan temuan tersebut ke Polsek Cianjur Kota. Tak berselang lama, pihak kepolisian pun mengevakuasi jenazah yang diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari lalu.

“Pertama yang menemukan warga yang sedang lewat mencium bau busuk, lalu melaporkan kepada saya dan ketua RT yang akhirnya melakukan pengecekan,” terang Ayi.

Menurutnya, sebelum Abdur ditemukan meninggal dunia, dirinya sempat bertegur sapa dengan ketua RT saat akan menuju Masjid Agung Cianjur pada Jumat (25/10) malam. Setelah itu, almarhum tidak pernah terlihat beraktifitas lagi.

Ia menuturkan, almarhum sendiri dikenal tertutup dengan masyarakat dan tinggal sendiri selama 10 tahun setelah berpisah dengan istri dan dua orang anaknya.

Aktifitas almarhum diketahui seorang jamaah tablig dan asli dari Timur Tengah.

“Kalau tinggal di Cianjurnya sudah 20 tahun, infonya asli orang Timur Tengah,” paparnya.

Warga pun tidak mengetahui penyebab meninggalnya almarhum, sebelum kejadian sendiri tidak ditemukan ada yang bertamu baik dari keluarga maupun kerabat ke kediaman almarhum.

Tak ada pihak keluarga yang bisa ditemui di lokasi kejadian maupun ruang jenazah. Saat ini, petugas kamar mayat rumah sakit akan melakukan autopsi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau dilihat sih tidak ada yang berkunjung sama sekali ke kediaman almarhum, tadi sih polisi sudah ke sini (RSUD Sayang,red) tapi gak lama,” tuturnya.

(kim/radarcianjur)

Baca Juga