Beranda Metropolis

Proyek Double Track Gusur SDN Layungsari 2, Dewan Minta Skenario Disdik

Jalur Ganda
Salah satu lokasi proyek double track jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi di kawasan Batu Tulis. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Proyek double track atau jalur ganda kereta api jurusan Bogor – Sukabumi tak hanya berdampak terhadap warga, juga fasilitas pendidikan. Salah satunya ialah SDN Layungsari 2.

Sekolah yang berada di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu terancam digusur.

Hal itu mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor. Anggota Komisi IV Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, penggusuran pada sekolah tersebut perlu diminimalisir.

Sebab, jelas akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa. Karena itu, perlu diketahui rencana pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk menyikapinya.

“Kami ingin mengetahui skenario apa yang dimiliki sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) saat penggusuran terjadi,” ujarnya kepada Radar Bogor usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (21/10/2019).

Berdasarkan laporan pihak sekolah, kata Saeful, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian akan membangunkan Ruang Kelas Baru (RKB). Namun menurutnya sekolah yang telah berdiri sejak 1976 itu hanya akan mendapatkan uang kerohiman.

Apalagi saat ini Disdik akan menganggarkan pada APBD 2020 untuk pembangunan RKB tersebut. Karenanya perlu kejelasan agar bisa berhati-hati dalam penganggarannya. “Harus hati-hati, jangan sampai terjadi double anggaran,” tegas dia.

Dalam waktu dekat menurut politisi PPP ini DPRD Kota Bogor akan memanggil Balai Perkeretaapian Jawa Barat dan Disdik Kota Bogor. Sehingga semua jelas tanpa kesimpangsiuran. Terutama terkait dengan penganggaran pembangunan RKB. “Pekan ini akan kami panggil supaya semuanya clear,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Endah Purwanti mengatakan bahwa dewan akan mencarikan solusi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu saat penggusuran. Terutama, ketika belum ada kejelasan soal pembangunan RKB. “Kami pun akan mendorong anggaran pembangunan RKB di tahun 2020,” katanya.

Disisi lain, dia juga meminta Balai Perkeretaapian Jawa Barat untuk menunda penggusuran terhadap sekolah itu. Minimal ketika RKB telah terbangun. “Kalau bisa jangan Desember 2019, diundur sampai pembangunan RKB selesai,” jelas dia.

Terpisah, Kepala Disdik Kota Bogor Fakhrudin mengungkapkan bahwa bangunan yang terdampak itu akan dibangun kembali oleh Disdik. Sebab sudah diajukan untuk dianggarkan pada APBD 2020. Namun belum seluruh bangunan. Baru di lantai 1 saja.

“Sudah kita ajukan untuk dianggarkan, hanya kita coba lantai 1 nya dulu, kalau ada kerohiman makanuntuk lantai 2 nya sehingga tidak double anggaran,” ungkapnya.

Disisi lain, Fahmi -sapaan akrabnya- mengaku tak yakin atas kerahiman yang akan diberikan. Sebab sampai saat ini belum jelas baik nilai maupun waktunya. Jika terus begitu maka khawatir para murid dan guru akan terganggu saat KBM.

“Harusnya tegas saja, ini harus jelas karena menyangkut masalah waktu, KBM, semua jadi sudah diantisipasi, paling tidak PJKA mungkin memberikan kepastian sehingga kita bisa merencanakan itu lebih matang lagi,” pungkasnya. (gal/pkl7/c)

Baca Juga