Beranda Metropolis

Proyek Tol BORR Seksi IIIA Diduga Langgar Aturan, Ini Penyebabnya

Pohon Ditebang di Tol BORR
Sejumlah pohon yang ditebang di sektar proyek Tol BORR Seksi IIIA. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi III A tengah menjadi sorotan warga.

Lantaran, pekerjaan di proyek milik PT Marga Sarana Jabar (MSJ) tersebut diduga menebang pohon yang secara aturan tak lagi boleh dilakukan.

Hal itu diungkap salah seorang warga Kelurahan Kayu Manis, Agus (55). Ia mengatakan, ada tujuh pohon yang berdasarkan pantauannya diduga ditebang oleh kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk.

Antara lain satu pohon jenis kenari di depan Indomaret sebelum Happy Puppy, tiga pohon jenis trembesi di depan showroom Suzuki dan tiga pohon jenis trembesi di depan pull bus Giri Indah.

“Itu di sebelah kiri Jalan Soleh Iskandar menuju Parung sudah ketahuan, totalnya ada tujuh,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin (21/10/2019).

Menurut Agus, cara yang dilakukan kontraktor dengan menebang pohon sangatlah bertentangan pada aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yaitu menggunakan sistem balling. Dimana pohon yang dihilangkan dari tempat semula akan diganti dengan pohon yang baru.

Sehingga menjadi kecurigaan kenapa hal itu dilakukan. “Disitu masih banyak pohon, mungkin ada sekitar 50 sampai 100 lagi, jangan sampai yang berikutnya menjadi tumbal, kan sudah tidak boleh dan ini justru menjadi pertanyaan kenapa langsung menebangnya,” jelas dia.

Menurutnya, jika kontraktor ingin mengejar waktu pekerjaan yang selesai tepat pada waktunya, bukan berarti harus mengabaikan aturan.

Aturan yang sudah jelas semata untuk menyelamatkan masyarakat dengan nilai ekologisnya. “Pohon itu kan memiliki nilai ekologisnya, itu tidak bisa dinilai dengan rupiah,” tegas dia.

Menanggapi hal itu, General Affair PT PP Persero Tbk, Suryo tak bisa berkomentar banyak. Namun sepengetahuannya, pohon tersebut masuk di dalam tanah yang diganti untung. Untuk memastikannya, Suryo meminta waktu.

“Setahu saya, itu masuk di dalam tanah yang di ganti untung, jelasnya besok saya pastikan ke orang engineer,” pungkasnya. (gal/pkl6/c)

Baca Juga