Beranda Bogor Raya Ribuan Kubik Sampah Bambu Menumpuk di Sungai Cikeas, Diduga Sengaja Dibuang

Ribuan Kubik Sampah Bambu Menumpuk di Sungai Cikeas, Diduga Sengaja Dibuang

Sampah bambu di Sungai Cikeas
Ribuan sampah bambu yang menumpuk di Sungai Cikeas, Bendungan Koja, perbatasan dengan Jatiasih, kini sudah mulai dibersihkan.

see this here recommended you read CIKEAS-RADAR BOGOR, Petugas gabungan yang membersihkan Sungai Cikeas, Bendungan Koja, perbatasan dengan Jatiasih mengangkut 1.236 kubik sampah bambu yang ada di sana.

weblink Limbah yang dibersihkan ini jumlahnya baru 50 persen dari semua total bambu yang menumbuk di bantaran kali.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman mengatakan, petugas gabungan dari Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, hingga masyarakat dikerahkan dalam proses pembersihan dan pengangkutan sampah bambu tersebut. “Baru terselesaikan 50 persen,” ujar Puarman, akhir pekan kemarin.

Dia mengaku, masih harus dilakukan pembersihan kembali di Sungai Cikeas agar terbebas dari limbah bambu, karena saat ini tumpukan sampah masih tersisa 600 meter kubik.

Puarman menargetkan, proses pembersihan sampah bambu selesai dalam kurun waktu lima hari kedepan.

“Waktu hari pertama dikerahkan 290 personil. Tapi rata-rata tiap hari sekitar 60 sampai 70 personil,” ungkap dia.

Puarman mengatakan, penyebab utama tumpukan sampah bambu itu muncul dari hulu sungai.

Banyak sekali tanaman bambu yang tumbuh dibantaran Sungai Cikeas.

“Memang banyak sekali bambu yang tumbuh disepanjang aliran Sungai Cikeas, salah satu itu jadi bambu yang tumbang dan langsung masuk ke aliran sungai,” ujar Puarman.

Akan tetapi, menurutnya, jika melihat dari tumpukan bambu yang ada, bambu ini didominasi bukan karena dari pohon bambu yang tumbang, akan tetapi sengaja dibuang.

“Kita lihat ada bekas potongan dan rapih. Jadi kemungkinan besar ini dari ulah manusia buang bambu ke sungai,” ungkap dia.

Puarman menyarankan, agar tiga wilayah bersama-sama menyelesaikan persoalan di hulu sungai.

Bukan pada hilir sungai atau di Bendung Koja yang menjadi lokasi tumpukan sampah bambu. ‚ÄúCukuplah selesaikan persoalan di hilir mah, engga akan habisnya. Diangkut angkut gitu aja. Pasti muncul-muncul lagi kalau hulunya tidak diselesaikan,” kata dia.

Tiga wilayah itu meliputi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor hingga Kota Depok. Ketiga wilayah itu aliran sungai Cikeas mengalir. Hasil penelusuran kita memang penyebabnya ada hutan bambu.

“Bisa jadi karena tumbang, bisa juga karena sengaja ditebang dan bekas pembangunan,” kata dia.

Puarman menambahkan efek tumpukan sampah bambu itu menyebabkan kawasan perumahan disekitar bantaran sungai itu banjir.

Diketahui, tumpukan sampah bambu kerap memenuhi Kali Cikeas, Jatiasih, Kota Bekasi. Sampah bambu itu, tertumpuk hingga menjadi daratan di dekat Bendung Koja.

Kondisi itu kerap kali terjadi jika terjadi hujan besar di wilayah Bogor maupun Bekasi. Kali Cikeas itu merupakan hulunya dari wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Depok hingga menuju ke wilayah Kota Bekasi sebagai hilirnya. (ipe)