Beranda Berita Utama

Pasang Target, Jokowi Ingin Penghasilan Rakyatnya Rp 27 Juta per Bulan

Presiden Joko Widodo

JAKARTA-RADAR BOGOR,Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 dengan pendapatan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut pada pidato perdana pascadilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di gedung MPR, Senayan, Minggu (20/10).

Di awal pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2045 adalah satu abad Indonesia merdeka.

“ Insya Allah Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Mimpi kita di 2045 Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan 320 juta per kapita per tahun atau 27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita bersama,” ujar Presiden.

Jokowi juga mengenang tahun pertamanya menjadi seorang Presiden pada 2014 lalu. Saat itu dia mengundang masyarakat untuk halalbihalal, dan protokol meminta dia untuk berdiri di titik yang sudah ditentukan. Dia pun menurutinya.

Setahun kemudian dia kembali menggelar acara serupa. Lagi-lagi protokol menempatkan dia di titik yang sama. Sontak dia bereaksi kepada Mensesneg, Pratikno untuk segera beranjak dari titik tersebut.

“Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang. Ini yang namanya monoton dan rutinitas,” ucap Jokowi.

Atas dasar itu, Jokowi.meminta agar seluruh pejabat di pemerintahannya mau mendobrak rutinitas yang terus menerus berulang. Harus ada peningkatan produktivitas. Jangan lagi berorientasi hanya kepada proses, tapi harus pula mementingkan hasil nyata juga.

Lebih lanjut, Jokowi berpesan kepada seluruh menterinya agar tidak hanya bertugas sebagai membuat dan melaksanakan kebijakan. Namun pemerintah harus mampu memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan.

“Kalau ditanya, jawabnya ‘program sudah terlaksana pak’ tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaatnya,” imbuh Jokowi.

“Karena itu, Jokowi menegaskan tidak mau birokrasi kedepan itu hanya melakukan tugas-tugas monoton dan sekedar meneruskan rantai pekerjaan saja.

“Jadi birokrasi itu pekerjaannya jangan hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan cita-cita jangka panjang. Yakni, pada 2045 mendatang, Indonesia harus sudah masuk dalam daftar 5 besar ekonomi dunia. Serta angka kemiskinan bisa terus dikurangi. (JPG)

Baca Juga