Beranda Metropolis

Dandim Peringatkan Prajurit Penggunaan Medsos

DISKUSI: PNS serta Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVI Dim 0606/KB dikumpulkan Kodim 0606/Kota Bogor di aula kantor Kecamatan Bogor Tengah, Senin (14/10).

BOGOR–RADAR BOGOR,Sebanyak 250 orang terdiri dari prajurit, pegawai negeri sipil (PNS) serta Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVI Dim 0606/KB dikumpulkan Komandan Distrik Militer (Kodim) 0606/Kota Bogor di aula kantor Kecamatan Bogor Tengah, Senin(14/10).

Mereka diberikan beberapa pengara­han serta informasi perihal agenda nasional. Terutama pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia beberapa waktu mendatang.

Dandim 0606/KB Kolonel Arm Teguh Cahyadi mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden harus mendapatkan duku­ngan seluruh elemen dan didukung oleh kondusifitas di daerah-daerah. “Serta tidak akan melaksanakan demo-demo,” ujarnya saat memberikan pengarahan.

Teguh juga meminta para prajurit terus melaksanakan pendekatan di lapangan. Selain dengan masyarakat juga selalu bekerja sama dengan mitra babinsa, seperti lurah dan bhabinkam­tibmas untuk memonitor wilayah masing-masing. “Pantau terus wilayah jangan lengah, kejadian apa pun di wilayah segera laporkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Teguh juga mengingatkan dan mengambil hikmah atas kejadian yang menimpa rekan sesama TNI akibat perbuatan istri di media sosial (medsos) perihal penusukan Menko­polhukam, Wiranto. Hal itu tak boleh kembali terjadi baik untuk diri sendiri dan satuan Kodim 0606/KB. “Kita harus bisa membaca situasi jangan termakan oleh isu-isu yang belum jelas (hoaks), jangan sampai kita ikut-ikutan yang berakibat merugikan keluarga kita dan satuan,” jelas dia.

Ada beberapa hal yang diperbolehkan bagi prajurit dalam penggunaan med­sos. Tentu dasarnya adalah Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Karena itu, Teguh meminta prajurit bersikap sopan santun dan bijak di medsos, merujuk kepada medsos yang diatur oleh TNI, lindungi privasi diri dan keluarga serta membuat artikel lebih baik pendek tapi berarti daripada panjang tapi tak berarti.

“Hal-hal yang berkaitan dengan politik lebih baik kita diam, cukup tahu, tidak usah ikut menyebarkan di medsos,” pungkasnya.(gal/pkl5/c)

Baca Juga