Beranda Bogor Raya

Kemarau Air Menyusut, Curug Green Canyon Cariu Sepi Pengunjung

Pengelola menunjukkan kondisi Green Canyon masih sepi pengunjung, lantaran airnya terus menyusut.

CARIU-RADAR BOGOR, Berada di perbatasan Desa Cikutamahi dengan Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, wisata alam Curug Green Canyon mengalami penyusutan pengunjung kurun waktu tiga bulan terakhir sejak Juli silam.

Biasanya, wisata alam berupa air terjun ini kedatangan tamu dari berbagai daerah. Bahkan tak jarang juga wisatawan mancanegara berkunjung mengisi akhir pekannya di sana.

Per minggunya, pendatang yang datang cuma 100 orang. Angka tersebut berbanding terbalik dengan Juni hingga awal Juli lalu.

“Ya airnya kering begini, sepi pengunjung,” ujar Kepala Pengelola Green Canyon, Warta Wijaya, kemarin.

Perbedaan juga dapat dilihat dari kedalaman air. Musim lalu, air bisa mencapai lima hingga enam meter dari permukaan tanah. Kondisi seperti ini banyak memancing minat pengunjung untuk datang ke sana.

Buktinya dalam sepekan setelah hari raya Idul Fitri pada Juni lalu. Selama tujuh hari saja, angka pelancong yang datang mencapai 2.000 orang. Per dua pekan jumlah pelancong tercatat 4.000 orang.

Mirisnya, untuk sekadar medapat dua hingga tiga meter kedalaman air, hal ini pihak pengelola harus membendung saluran air terjun.

Kemarau tahun ini tidak dapat mengembalikan pencapaian tertinggi mereka, yakni 30.000 pengunjung dalam satu bulan pada 2015 silam.

“Faktor berkurangnya pengunjung juga biasa disebabkan oleh ini,” lanjutnya.

Padahal sebagai tempat wisata alam yang menunjukkan kekayaan alam milik Kabupaten Bogor, lokasi wisata ini juga menjadi pusat peningkatan perekonomian warga sekitar.

Menurut Warta, penyusutan pengunjung menjadikan warga, khususnya anak-anak muda di wilayah ini tidak mendapatkan pemasukan.

“Kami berharap musim segera berlalu. Sehingga kami tetap mendapat pemasukan,” tutupnya.

Sementara, Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Cariu, Marjuki menjelaskan, rencananya dalam waktu dekat tempat wisata ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dengan begitu pemasukan lebih efektif lagi bagi masyarakat setempat.

Selain Green Canyon, ada juga Legok Jambu, Curug Panganten, Curug Ciranji, hingga Curug Cilalay yang hingga kini mengalami dampak dari musim kemarau.

Selanjutnya, ada pula Leuwi Anjing dan Sumur Batu yang konon dipercaya oleh sebagian warga Cariu sebagai tempat peristirahatan harimau legenda Sunda, Kiansantang.

“Kami sedang upayakan agar pengelolaannya lebih efektif dengan dikelola oleh Bumdes nantinya. Belum tahu kapannya, tapi akan direalisasikan sesegera mungkin,” tandasnya. (rp1/c)

Baca Juga