Beranda Metropolis Waktu Semakin Sempit, Proyek Pedestrian Jalan Suryakancana Dikebut

Waktu Semakin Sempit, Proyek Pedestrian Jalan Suryakancana Dikebut

Dua petugas sedang menggali di kawasan Pecinaan Suryakancana, Minggu Siang (13/10/2019). Nelvi/RadarBogor

http://ipheights.com/60230-dte35742-dating-when-you-are-over-50.html http://amadeusmx.org/m/embed/39SwP8Nskgo BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor meminta kontraktor dari PT Pulau Biru Ansor menambah waktu serta jumlah pekerja untuk pembangunan pedestrian beserta utilitasnya di Jalan Suryakencana.

http://uvs.cd.gov.mn/30751-dte23599-completely-free-adult-dating-site.html Musababnya, waktu pembangunan semakin sempit lantaran perbedaan konsep pekerjaan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan warga setempat.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, berdasarkan jadwal pembangunan berjalan selama 120 hari. Namun karena banyak permintaan warga yang harus diakomodir maka memakan waktu kurang lebih 25 hari.

“Mungkin sekarang yang harus kita kejar mulai dari penambahan tenaga kerja dan persiapan material,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Kendati waktu yang tak banyak, Chusnul masih optimis pekerjaan senilai Rp14 milyar itu selesai sesuai jadwal. Yakni pada Desember. “Mudah-mudahan akhir Desember bisa selesai,” tuturnya.

Menanggapi serapan anggaran yang kecil pada tubuh dinasnya, Chusnul menerangkan bahwa hal itu lantaran kegiatan di PUPR ada dua di tahun yang sama.

Pertama, memulai perencanaan di awal tahun setiap kegiatan antara bulan Maret dan April. Kedua, melelangkan pekerjaan yang telah selesai direncanakan.

“Jadi di tahun yang sama kita melakukan dua kegiatan dan kondisi kita baru bisa melelangkan di pertengahan tahun,” jelas dia.

Salah satu cara percepatan serapan tersebut, lanjut dia, bisa dilakukan jika dokumen perencanaan telah lama dibuat. Itu pun tergantung apakah kegiatan tersebut diterima atau tidak oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kalau sudah punya dokumen perencanaannya kita tinggal review ulang sebentar untuk dilelangkan, tapi kita belum tahu mana hasil usulan kita yang bisa di akomodir,” jelasnya.

Kendati demikian, kegiatan fisik PUPR hingga Oktober 2019 ini rata-rata sudah mencapai 70 persen. Kecuali dua pekerjaan besar yakni pedestrian Suryakencana dan Kolam Retensi Cibuluh.

Kemudian ada dua paket lagi yang sedang dilelangkan yaitu pembangunan Distrik Metering Area (DMA) dan pembangunan pipa distribusi. “Itu yang untuk PDAM Tirta Pakuan, tinggal penetapan pemenang,” pungkasnya. http://parkplantfuture.com/wp-config.phpc (gal/c)