Beranda Metropolis

Dua ”Bunga Bangkai” Tertinggi Mekar di KRB

Nelvi/Radar Bogor.
MEKAR: Warga melihat-lihat pohon Amorphophallus Gigas yang mekar di Kebun Raya Bogor, Senin (7/10).

BOGOR–RADAR BOGOR,Tahun ini menjadi tahun yang spesial bagi Kebun Raya Bogor (KRB). Pasalnya, satu koleksi tanaman langka, yakni Amorphophallus Gigas, atau yang dikenal dengan bunga bangkai, akan mekar sempurna.

Peneliti Amorphophallus pada Lembaga Ilmu Pengeta­huan Indonesia (LIPI), Yuzam­mi mengatakan, bunga tersebut mekar untuk yang ketiga kalinya di KRB. Yakni di 2007, 2017, dan 2019. Dibandingkan dengan sebelumnya, bunga tersebut menjadi yang paling tinggi. ’Pertama tingginya kurang dari 150 sentimeter, yang kedua kurang dari 200 sentimeter dan ini yang ketiga tingginya 290 sentimeter,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (7/10).

Ammi –sapaan akrabnya– mengaku, hanya menumbuh­kannya dan berusaha mengi­mitasi bunga asal Padang Si­dem­­puan Sumatra Utara (Su­mut) agar dapat hidup. ’’Kami hanya menumbuhkannya dan berusaha mengimitasi tempat hidupnya di alam,” akunya.

Diprediksi bunga dengan nama marga tumbuhan dari sumu talas-talasan atau Araceae itu akan mekar sempurna berkisar antara 2 hingga 3 bulan ke depan.

’’Kalau dari kuncup sampai mekar sempurna berkisar antara dua sampai tiga bulan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang pena­saran, dapat melihat langsung tanaman langka itu dari dekat. Koleksi yang hanya satu spesimen di KRB itu dita­nam di Vak XI L 73 atau di seki­tar area Taman Araceae yang tak jauh dari Pintu Utama. ’’Besok masih bisa dinikmati,” imbuh dia.

Sementara itu, Manajer Humas dan Kerjasama LIPI Bogor, Ayi Doni Darussalam menambahkan, bukan saja Amorphophallus Gigas yang tengah mekar di KRB saat ini. Sebab ada juga bunga Rafflesia. Bahkan mekar untuk ke-16 kalinya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. ’’Rafflesia Patma tiga kali mekar berturut-turut setiap minggunya,” ungkap dia.

Menurut Doni, ada hal unik yang sampai saat ini masih terpatri pada masyarakat. Yaitu penyebutan bunga bangkai pada dua koleksi KRB itu. Padahal sesuatu yang berbeda meski sama-sama mengelu­arkan bau yang tidak sedap. ’’Ini sesuatu yang berbeda, namun keduanya merupakan tanaman langka yang memiliki bentuk cantik dan juga kekayaan alam Indonesia yang sangat berharga dan langka,” pung­kasnya.(gal/pkl1/c)

Baca Juga