Beranda Ekonomi Simpeda Dominasi Tabungan Bank Jatim

Simpeda Dominasi Tabungan Bank Jatim

http://achrueil.fr/5312-dtf72962-où-avez-vous-rencontré-votre-conjoint-yahoo.html

http://c3patriot.com/wp-json/oembed/1.0/embed?url=http://c3patriot.com/contact/ JAKARTA – RADAR BOGOR, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim gencar mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya melalui produk tabungan. Tepatnya Simpeda. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Syariah atau BNI Syariah berkolaborasi untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit konsumen.

Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, pertumbuhan DPK pada semester pertama lalu mencapai 17 persen secara year-on-year (yoy). Nominalnya berkisar Rp 57,93 triliun.

Target DPK sampai akhir tahun minimal bisa tumbuh 10 persen. Jadi, capaian sekarang sudah melewati target,” katanya, Minggu (6/10).

Salah satu penyumbang DPK terbesar adalah Simpeda. Tercatat, kontribusi Simpeda terhadap total DPK sebesar 22 persen. “Simpeda mendominasi komposisi tabungan,” tegas Ferdian.

Dia optimistis nasabah Simpeda masih akan tumbuh. Bahkan, kenaikan jumlah nasabahnya bakal terbesar jika dibandingkan dengan produk tabungan lain. Dia yakin, peningkatan digitalisasi melalui mobile banking dan QR code mendukung pertumbuhan jumlah nasabah Simpeda.

Untuk semakin menggenjot pertumbuhan nasabah, Komisaris Utama Bank Jatim Akhmad Sukardi mengatakan bahwa pihaknya rajin menggelar undian. Tahun ini undian Simpeda hadir di lima kabupaten/kota Jatim. Di antaranya, Lumajang, Malang, dan Mojokerto.

Itu bentuk apresiasi kepada nasabah loyal,” ujarnya.

other BNI Syariah Dorong Pembiayaan Hunian

Sementara itu, BNI Syariah meneken perjanjian kerja sama penyediaan fasilitas BNI Griya iB Hasanah dengan PT Bukit Rancamaya Residence. “BNI Syariah menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah yang hasanah (BNI Griya iB Hasanah),” papar SEVP Bisnis dan Ritel Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, potensi bisnis berasal dari Bukit Rancamaya Residence yang punya 1.000 unit hunian dan Griya Asri Puncak yang juga memiliki 1.000 unit rumah. “Rata-rata harga rumah dari developer itu 300 juta sampai 500 juta rupiah. Dari kerja sama tersebut, potensi bisnisnya diperkirakan mencapai Rp 75 miliar,” terang Iwan.

Sampai Agustus lalu, realisasi pembiayaan Griya iB Hasanah sebesar Rp 12,87 triliun atau tumbuh 12,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pembiayaan perumahan BNI Griya iB Hasanah menyumbang 40,98 persen total pembiayaan BNI Syariah. Bank menargetkan pembiayaan Griya iB Hasanah pada 2019 tumbuh sekitar 12 persen. jetez un oeil sur le site ici (JPG)