Beranda Bogor Raya

Tak Layak Jalan, Truk Sampah DLH Pemkab Bogor Masih Dibiarkan Beroperasi

Salah satu armada truk sampah DLH Kabupaten Bogor yang tengah diperbaiki.

CIAMPEA-RADAR BOGOR, Sebanyak sembilan armada yang dimiliki Unit Pelaksaan Teknik (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah 4, kondisinya tak layak pakai. Kendaraan yang rusak memang sudah lewat dari masa peremajaan.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 4 Atang menjelaskan, total armada yang dimiliki sebanyak 21 truk sedangkan 4 armada dalam kondiri rusak dan dua lagi sudah tak layak pakai.

“Jumlah keseluruhan armada yang berjalan 15 unit sisanya masih dalam proses perbaikan,” ujarnya. Hingga saat ini ia maksimalkan armada yang ada, agar daya angkutnya mampu menampung 100 ton per hari.

Atang juga mengatakan, rata-rata armada yang saat ini rusak memang sudah lewat dari masa peremajaan, namun hingga kini masih banyak kendaraan tahun 2003 masih beroperasi. Padahal, idealnya 10 tahun harus diganti.

“Ada sembilan unit truk yang usianya lebih dari sepuluh tahun dan masih beroperasi, karena armada yang rusak dari tahun 2003, 2005 dan 2006 seharusnya ditarik ke pusat,” katanya.

Atang menambahkan, untuk kendaraan yang rusak dilakukan servis berkala. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menyediakan dua orang teknisi, termasuk penyediaan spare part kendaraan. Namun, untuk mengajukan tidak bisa cepat.

“Sparepart yang besar seperti boster, turbo dengan harganya sekitar Rp 4 Juta, datangnya lama. Sedangkan sparepart di pusat tidak sesuai ketika ada kerusakan,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Pengolahan Sampah DLH Kabupaten Bogor Trian Turangga membenarkan masih adanya truk sampah yang sudah berusia lebih dari 16 tahun. Namun, kondisi ini akan secepatnya dilakukan evaluasi dengan melakukan pergantian kendaraan.

“Kendaraan yang rusak dibagian rangka dan mesin dilakukan perbaikan secara berkala dan kita terus berupaya supaya pelayanan tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini DLH baru memiliki 200 armada sedangkan tumpukan sampah di kabupaten Bogor sehari mencapai 2.900 ton. Tentunya tidak sebanding dengan armada di miliki, apalagi masih ada truk yang kondisinya rusak.

“Saya sudah keliling UPT, ada sekitar 10 kendaraan yang rusak parah. Kendaraan tersebut kita usulkan untuk dilakukan penghapusan kendaraan,” pungkasnya. (nal/c)

Baca Juga