Beranda Metropolis Ubah Stigma Bogor Sebagai Kota Intoleran, Ini Langkah Bima Arya

Ubah Stigma Bogor Sebagai Kota Intoleran, Ini Langkah Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto

BOGOR-RADAR BOGOR,Komnas Hak Asasi Manu­sia (HAM) menyoroti pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dan pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hambal yang membuat Kota Bogor dicap sebagai kota intoleran.

Hal tersebut dikatakan Komi­sioner Komnas Hak Asasi Manu­sia (HAM), Mochammad Choirul Anam. Ia mengatakan, ada dua komitmen yang beru­paya dibangun Pemerintah Kota Bogor terkait persoalan HAM.

GKI Yasmin dan Masjid Imam bin Hambal jadi Sorotan Komnas HAM

Di antaranya komitmen untuk membangun masyarakat bertoleransi, serta komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menyelesaikan berbagai kasus kaitan HAM yang ada di Kota Bogor.

“Itu niat positif lah. Karena Kota Bogor ini juga ada bebera­pa masalah kaitan HAM, yang isunya menjadi sorotan, bukan cuma konsumsi masya­rakat lokal Indonesia, tapi juga sampai ke telinga mancanegara,” ujarnya.

Wali Kota Bima Arya mengatakan, upaya mengubah stigma Kota Bogor sebagai kota intoleran menjadi kota toleran sangat tidak mudah.

Langkah pertama political pemimpin, kedua di aturan butuh koordinasi apakah diksi yang dicantumkan di aturan sudah cukup kuat untuk dibumikan semua.

Ketiga dari kegiatan-kegiatan. Dan keem­pat komitmen pengang­garan secara jelas dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang jadi leading sector-nya.

“Toleran itu harus dijadikan keyakinan karena latar belakang orang berbeda-beda. Ini bukan soal pencitraan atau hanya dicantumkan ke RPJMD. Kalau masalah HAM selesai, bisa menghilangkan stigma Kota Bogor sebagai kota intoleran. Bahkan bisa menginspirasi kota lain,” tandasnya.(wil/c)