Beranda Metropolis Kumuh dan Memprihatinkan, Wawalkot: Terminal Bubulak Perlu Dikaji Ulang!

Kumuh dan Memprihatinkan, Wawalkot: Terminal Bubulak Perlu Dikaji Ulang!

Terminal Bubulak kondisinya memperihatinkan. (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,”Hidup segan mati tak mau”, kiranya pepatah ini tepat dialamatkan untuk kondisi Terminal Bubulak saat ini.

Ya, terminal yang berada di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat ini dalam kondisi memprihatinkan, tak terurus. Bangunannya pun telah lapuk dan usang.

Terminal Bubulak Mulai Ditata, Diawali Pemeliharaan Fasilitas

Menjelang malam, suasana Terminal Bubulak terasa menyeramkan, tak jarang didapati wanita tunasusila yang mangkal di dalamnya.

Maka tak heran, banyak masyarakat yang lebih memilih transit di Terminal Laladon dibanding Terminal Bubulak. Jarak kedua terminal, milik Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor ini memang tidak berjauhan.

Soal ini, Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim menjelaskan, kebe­ra­daan Terminal Bubulak dan Pool Bus Trans Pakuan yang letaknya bersebelahan perlu dikaji ulang lantaran kumuh dan nyaris terbengkalai.

“Saya melihat kondisi fasilitas publik tersebut cukup mem­prihatinkan. Intinya, banyak hal yang perlu dibenahi. Lalu, PDJT dan dinas perhubu­ngan harus duduk bersama untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang ada. Terakhir, nasib Terminal Bubulak dan PDJT perlu ditangani dengan baik,” ungkapnya.

Menurut dia, keberadaan Terminal Bubulak harus dikaji ulang lebih lanjut. Sebab, selain kumuh, keberadaannya diang­gap tak efektif, karena tidak jauh dari situ terdapat Terminal Laladon, milik Pemkab Bogor.

“Artinya, harus segera diput­uskan, apakah di lokasi ini akan menjadi terminal, sementara dalam radius yang tidak jauh dari lokasi terdapat Terminal Laladon,” tegasnya.

Rute Bus di Terminal Baranangsiang Bakal Dipecah

Kemudian, kata Dedie, lokasi yang tidak jauh lagi, Pemprov Jawa Barat mewacanakan Terminal Dramaga. Artinya harus benar-benar dikaji terlebih dahulu. Meski begitu, dalam rencana jangka pendek, dirinya berharap Pemkot Bogor bisa memanfaatkan anggaran yang ada.

“Untuk bisa diopti­malk­an pada infrastruktur agar pelayanan terhadap masyarakat bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (wil/c)