Beranda Berita Utama

Musim Kemaru Panjang, Warga Kota Depor Rentan Terpapar ISPA

Iustrasi Penyakit Ispa

DEPOK-RADAR BOGOR,Dalam beberapa bulan terakhir, Kota Depok dan sekitarnya sedang menghadapi musim kemarau panjang, intensitas panas dan debu kian meningkat setiap harinya, terutama di siang hari. Masyarakat dinilai rentan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup debu.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, penyakit yang sering menyerang manusia saat kemarau adalah ISPA.

Dimana partikel-partikel debu akibat polusi dan tanah mudah masuk ke dalam hidung. Sehingga menyebabkan infeksi pernapasan.

“Intensitas debu biasanya meningkat saat musim kemarau, jadi selalu gunakan masker,” kata Novarita kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), di Balaikota Depok, Kamis (26/9/19).

Penggunaan masker sangat membantu hidung untuk meminimalkan kontak langsung dengan debu. Sebab selain bahaya ISPA, debu yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan penyakit lainnya.

“Bisa juga infeksi mata dan diare karena debu itu kan kotor, dan masyarakat tentu kurang memperhatikan kebersihan,” ujar perempuan yang memiliki titel dokter gigi tersebut.

Guna menjaga tubuh agar tetap fit, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi sayur, buah-buahan, dan memperbanyak minum air putih. Pasalnya tubuh yang terpapar sinar matahari sangat membutuhkan cairan.

“Hindari minum es, karena dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Tentunya juga dibarengi dengan tetap menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” papar Novarita.

Salah satu warga Sawangan, Gappuraning Rahayu mengaku setiap hari mengenakan masker saat pergi dan pulang kerja. Sebab dia bekerja di daerah DKI Jakarta dimana kadar polusi udaranya terus naik.

“Kalau nggak pakai masker langsung batuk dan pilek, daripada sakit lebih baik anitisipasi dengan masker,” jelas Gappuraning.

Terpisah, Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo menyatakan, musim kemarau diprediksi bisa berlangsung hingga awal November.

“Ke depan kita masih melihat potensi musim kemarau masih bisa berlangsung hingga pertengahan Oktober sampai awal November,” ucap Mulyono dalam diskusi bertajuk Antisipasi Karhutla Belanjut di Graha BNPB, Jakarta, beberapa waktu lalu.

(radardepok/pojokjabar/san)

Baca Juga