Beranda Bogor Raya Atasi Kemacetan Puncak Harus Diimbangi Pembenahan Infrastruktur

Atasi Kemacetan Puncak Harus Diimbangi Pembenahan Infrastruktur

Suasana kepadatan lalu lintas di kawasan Gadog Ciawi menuju Puncak. Sofyansyah/Radar Bogor

explanation where to buy gabapentin online CISARUA-RADAR BOGOR, Pemerintah daerah maupun pusat terus berusaha mencari jalan mengurai kemacetan di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Pemerintah terus membahas untuk mencari solusinya.

how to do online dating as a plus size women Setelah sistem satu arah, kini kanalisasi 2-1 akan segera diuji cobakan untuk mengurai kemacetan. Meski bagitu, rencana kanalisasi jalur ini masih menimbulkan pro dan kontra.

classifided ads for women seeking men Direktur Rumpun Hijau Institute (RHI), Sunyoto menjelaskan, kemacetan menjadi satu konsekuensi dari sebuah wilayah wisata khususnya Puncak.

Setiap akhir pekan tidak kurang darai 200 bus naik ke kawasan yang memiliki suhu dingin ini. Namun banyaknya kendaraan ke jalur wisata ini ternyata menjadi penyumbang kemacetan.

“Setelah saya hitung dan kaji, setiap satu bus besar bisa menghabiskan waktu hingga satu menit lebih untuk parkir dan keluar di rest area. Waktu tersebut ternyata membuat kemacetan hingga seratus sampai dua ratus meter dalam kondisi padat kendaraan,” ujar Sunyoto kepada Radar Bogor, kemarin.

Tidak hanya rest area, sunyoto mengatakan, kendaraan yang keluar masuk ke lokasi wisata pun menjadi penyumbang kemacetan. Namun begitu, yang harus dibenahi adalah akar kemacetan seperti simpang-simpang yang ada di sepanjang jalur Puncak.

Diantaranya Simpang Gadog-Cikopo selatan, Simpang Pasir Angin-Gunung Geulis, Simpang Megamendung, Hankam, dan Simpang Pasar Cisarua.“Kanalisasi 2-1 jalur tidak akan berjalan maksimal kalau akar masalahnya tidak dibenahi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan, Muksin mengatakan, dirinya tetap menolak rekayasa jalur seperti sistem one way.

Menurut dia, sistem satu arah telah menyengsarakan masyarakat sekitar seperti susah menyebrang, sulit ketika ada masyarakat yang harus dibawa kerumah sakit, susah saat melaksanakan resepsi dan banyak lagi yang ditimbulkan akibat one way. “Banyak aktifitas masyarakat terganggu karena sistem satu arah,” tukasnya.(all/c)