Beranda info bogor

Umur Bukan Faktor Utama, Ini 5 Cara Hindari Stroke!

ilustrasi stroke. (dok.noticiasaominuto.com)

RADAR BOGOR,Stroke memang merupakan penyakit degeneratif yang rawan menyerang orang-orang lanjut usia. Tapi tahukah kamu jika umur bukanlah faktor utama seseorang terjangkit penyakit ini? Apalagi di zaman sekarang, pola hidup konsumtif dan serba praktis membuat adanya pergeseran rata-rata usia penderita.

Dilansir Detik.com, Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional, Dr Musyid Bustami mengatakan bahwa mereka pernah menangani pasien stroke berusia 13 tahun!

Penyakit ini ternyata bisa menyerang siapa saja, bahkan yang masih berusia muda. Hal ini lantaran stroke disebabkan oleh pasokan darah menuju ke otak terganggu atau tersendat sehingga berkurang.

Akibatnya fatal: otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Sel-sel otak pun jadi lemah dan perlahan bisa mati karena tidak mendapat asupan energi yang cukup. Ya, tersendatnya aliran darah ke otak bisa dialami siapa saja karena bisa diakibatkan banyak hal, bukan hanya faktor usia.

Stroke sendiri umumnya terbagi dua, stroke ringan dan serangan stroke. Gejala umum stroke biasanya berupa sulit bicara, sulit berjalan dan menyeimbangkan tubuh, sakit kepala parah, pusing dan mati rasa atau lemas di beberapa sisi tubuh.

Pada stroke ringan atau ministroke, gangguan aliran darah hanya berlangsung kurang dari 24 jam. Tapi, satu dari tiga orang berpotensi mengalami serangan stroke paling tidak setahun setelah terkena ministroke.

Berbicara data, World Health Organization atau WHO menyatakan bahwa tiap tahun ada 17 juta kasus stroke yang tercatat di dunia. Lalu 7 juta kematian di dunia disebabkan oleh stroke. Di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKEDSAS) tahun 2013, terjadi peningkatan jumlah penderita stroke yaitu 12,1 per 1000 penduduk.

Tahun 2014, Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa dari 252 juta penduduk Indonesia, sebanyak 3.049.200 jiwa diantaranya menderita stroke. Jumlah tersebut setara dengan enam kali lipat jumlah penduduk negara Brunei Darussalam!

Penyebab stroke terbagi menjadi dua jenis, ada yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol. Penyebab yang tidak bisa dikontrol misalnya faktor genetik dan riwayat keluarga yang memiliki riwayat stroke.

Sedangkan penyebab yang bisa dikontrol adalah kebiasaan merokok, asupan makan, berat badan dan stress.

Ini berarti, misalnya seseorang memiliki orang tua dengan riwayat stroke, mereka mungkin lebih rentan terserang, namun jika menerapkan pola hidup sehat, risiko ini akan berkurang juga.

Untuk semakin terhindari dari penyakit mengerikan ini, ada sejumlah pola hidup yang harus mulai diperhatikan:

1. Berhenti merokok

Terganggunya aliran darah ke otak karena adanya penyumbatan pada sistem peredaran, yang salah satu faktor penyumbatnya adalah kebiasaan merokok. Zat-zat dari rokok bisa masuk ke darah dan menyempitkan pembuluh darah arteri. Hindari juga lingkungan perokok karena risiko yang dialami perokok pasif untuk terserang stroke sama dengan perokok aktif! Selain rokok, konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan terganggunya aliran darah.

2. Mengatur pola makan sehat

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menjadi penyebab menyumbatan aliran darah dan meningkatkan risiko stroke. Mulailah perbaiki pola makan seperti mengurangi makanan kaya lemak dan membatasi konsumsi garam menjadi satu sendok teh saja perhari. Perbanyaklah asupan buah, sayur dan gandum utuh. Untuk daging, pilihlah daging tanpa lemak. Batasi juga memakan makanan cepat saji.

3. Mulailah berolahraga teratur

Saat ini, gaya hidup orang Indonesia cenderung malas berjalan kaki dan lebih memilih menggunakan jasa online. Penumpukkan lemak pada sistem peredaran darah tentu bisa menyebabkan tersendatnya asupan darah khususnya ke otak. Selain membakar lemak, berolahraga teratur bisa membantu menyeimbangkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Sekarang, biasakanlah bergerak, misalnya berjalan cepat atau bersepeda, minimal 30 menit perhari atau 2,5 jam perminggu.

4. Kelola stress

Stres ternyata memicu tubuh mengeluarkan hormon dan meningkatkan ketegangan pembuluh darah, yang menyebabkan tekanan darah ikut meningkat. Dalam hal ini, perempuan dikatakan memiliki dua kali risiko mengalami kecemasan dan depresi dibanding laki-laki.

Tekanan darah yang meningkat tersebut dapat memicu timbulnya stroke jika terjadi secara jangka Panjang. Karena itu, biasakanlah fokus pada satu hal saja dalam satu waktu akan meminimalisir perasaan tertekan. Coba juga beberapa langkah menenangkan diri seperti menarik napas dalam atau pergi keluar ruangan sejenak untuk menenangkan pikiran.

5. Terapi trombolisis

Terapi ini merupakan terapi pemecahan gumpalan darah dalam pembuluh darah sehingga aliran darah khususnya ke otak bisa kembali lancar. Terapi ini sudah ada RS Pusat Otak Nasional, Jakarta dan sudah masuk ke polis BPJS Kesehatan.

Mengingat biaya pengobatan yang tidak murah, stroke juga ikut berdampak pada kesehatan keuangan.

Karena itu, perlindungan berupa asuransi sangat penting untuk mengurangi risiko finansial. Lagi-lagi, karena kesibukan menyebabkan kita seringkali enggan mencari tahu lebih banyak soal asuransi. Padahal, sekarang sudah ada situs penyedia produk asuransi yang bisa merekomendasikan sesuai kebutuhan.

Produk asuransi yang tersedia di situs ini tak hanya mencakup asuransi kesehatan tapi juga asuransi jiwa sebagai proteksi dari kemungkinan terburuk akibat stroke. Kita bisa memilih sendiri sesuai kemampuan premi dan manfaat yang ditanggung lewat smartphone. Cocok bagi mereka yang tak punya banyak waktu atau enggan diganggu oleh agen asuransi. (*/deb)

Baca Juga